ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Kebiasaan menggunakan gadget dalam waktu lama dengan posisi kepala terus menunduk ternyata dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan. Aktivitas tersebut juga berisiko menyebabkan gangguan pada leher hingga memicu saraf kejepit.
Fenomena ini dikenal dengan istilah text neck, yakni gangguan pada area leher akibat terlalu lama berada dalam posisi menunduk saat melihat layar ponsel, tablet, maupun perangkat elektronik lainnya.
Dokter Spesialis Bedah Saraf, dr. Mahdian Nur Nasution, menyebut kasus text neck kini semakin banyak ditemukan, terutama di kalangan anak muda yang memiliki kebiasaan menggunakan gadget dengan durasi tinggi.
“Dalam 10 tahun terakhir ini ada fenomena penyakit baru atau tren baru yang disebut dengan text neck. Di Amerika pertama kali disadari bahwa banyak sekali anak-orang muda sekarang yang sakit leher,” ujar dr. Mahdian. Dikutip Jumat (24/7/2026)
Menurutnya, posisi kepala yang terus menunduk dapat memberikan tekanan berlebih pada struktur tulang leher. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat menyebabkan perubahan pada otot, sendi, ligamen, hingga bantalan tulang.
“Strukturnya jadi rusak. Otot-ototnya jadi tegang, sendinya bengkak, ligamen menebal, hingga bantalan tulangnya menonjol. Khususnya bantalan tulang leher,” katanya.
Ia menjelaskan, tingginya durasi penggunaan layar (screen time) menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko gangguan tersebut. Bahkan, anak-anak dan remaja saat ini bisa menghabiskan waktu berjam-jam menggunakan perangkat digital setiap hari.
“Kalau kita perhatikan anak-anak kita, screen time sehari itu bisa 7 jam, bahkan belasan jam,” tuturnya.
Kebiasaan duduk dalam posisi yang sama tanpa peregangan membuat otot dan sendi leher menerima beban secara terus-menerus. Akibatnya, cedera pada leher hingga saraf kejepit bisa terjadi.
“Nah, ini yang menjadi habit baru, sehingga itu banyak cedera di leher dan terjadi saraf kejepit,” Pungkasnya
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






