KORANMANDALA.COM – Merasa cepat mengantuk, lemas, atau sulit berkonsentrasi setelah makan sering dianggap hal yang wajar. Namun, dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, mengingatkan kondisi tersebut bisa menjadi tanda lonjakan gula darah yang perlu diwaspadai, terutama jika terjadi berulang.
”Habis makan, gula darah naik itu normal kok. Tapi kalau naiknya tajam dan sering, ini gak sepele. Di penelitian populasi besar, kadar gula dua jam setelah makan yang tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit jantung bahkan pada orang yang belum kena diabetes. Bukan nakut-nakutin ya, cuma biar kita sadar,” ujar dr. Cecep, dikutip Minggu, 19 Juli 2026.
Ia menjelaskan, salah satu gejala yang kerap muncul saat gula darah melonjak adalah rasa kantuk yang berat setelah makan. Selain itu, tubuh juga bisa terasa cepat lelah dan kemampuan berkonsentrasi menurun.
Menurutnya, lonjakan gula darah yang terus berulang membuat tubuh harus bekerja lebih keras untuk mengendalikan kadar glukosa. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme hingga penyakit kardiovaskular.
Untuk membantu mengurangi lonjakan gula darah, dr. Cecep menyarankan agar tidak langsung duduk terlalu lama atau berbaring setelah makan. Aktivitas fisik ringan dinilai mampu membantu otot menyerap glukosa sehingga kadar gula darah lebih terkendali.
”Kuncinya di otot. Pas otot berkontraksi, dia narik glukosa (gula darah) masuk ke sel lewat jalur yang gak butuh insulin. Jadi gerak ringan aja udah bikin gulanya kepake,” katanya.
Ia membagikan beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan setelah makan. Salah satunya adalah berjalan santai selama sekitar 10 menit agar tubuh memanfaatkan kelebihan gula dalam darah tanpa harus melakukan olahraga berat.
Bagi pekerja yang harus tetap duduk, dr. Cecep juga menyarankan melakukan gerakan soleus push-up atau jinjit berulang dengan menekan ujung kaki ke lantai kemudian mengangkat tumit secara bergantian.
“Sekitar 60 kali per menit, selama duduk. Tekan ujung kaki ke lantai dulu, baru tumit naik,” jelasnya.
Dr. Cecep menambahkan, anjuran tersebut didukung hasil penelitian terhadap 70 orang dewasa sehat dengan berat badan normal. Penelitian itu menunjukkan aktivitas ringan yang dilakukan secara berkala setelah makan dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebiasaan bergerak setelah makan bukanlah pengganti pengobatan maupun pola hidup sehat secara menyeluruh.
”Ini bukan pengganti obat atau gaya hidup sehat ya. Kalau kamu punya kondisi medis tertentu, tetap konsultasikan dulu dengan dokter mu,” pungkasnya.

Ilustrasi makan AYCE (Freepik)
Dapatkan berita informasi seputar kota Bandung dan berita terbaru menarik lainnya di Google News. Ikuti Media Sosial KORAN MANDALA untuk update berita pilihan dan breaking news setiap hari.