ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung, Stephani Raihana Hamdan, menilai pola asuh yang ideal adalah pola asuh yang mampu menyeimbangkan penerapan aturan, kasih sayang, dan kesempatan bagi anak untuk belajar mandiri.
Menurut Stephani, ketiga unsur tersebut harus berjalan beriringan. Apabila salah satunya tidak diterapkan, pola asuh menjadi tidak seimbang dan dapat memengaruhi pembentukan karakter anak.
“Pola asuh ideal adalah yang memberi keseimbangan antara penerapan aturan, ekspresi kasih sayang, dan kesempatan anak untuk belajar mandiri,” ujarnya kepada Koran Mandala, Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa pola asuh yang tidak seimbang berpotensi membuat karakter anak tidak berkembang secara optimal.
“Tanpa salah satu, pola asuh akan timpang dan berdampak pada karakter yang tidak terbangun kuat,” katanya.
Lebih lanjut, Stephani menekankan bahwa keberhasilan pola asuh tidak hanya bergantung pada satu orang tua. Ayah, ibu, maupun anggota keluarga lain perlu menerapkan pola pengasuhan yang sama secara konsisten agar anak mendapatkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya.
”Kata kuncinya seimbang dan konsisten diterapkan baik oleh ayah maupun ibu ataupun anggota keluarga lainnya,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






