ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Kebiasaan membaca buku ternyata tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan mental. Aktivitas sederhana ini disebut dapat membantu menurunkan risiko stres, kecemasan, hingga gejala depresi.
Dokter yang aktif memberikan edukasi kesehatan di media sosial X, dr Adam Prabata, menyebut membaca buku untuk kesenangan memiliki dampak psikologis yang positif. Bahkan, manfaat tersebut bisa dirasakan meski hanya membaca sekitar empat buku rekreasional dalam setahun.
“Tahukah kalian bahwa hanya dengan membaca 4 buku rekreasional per tahun saja, risiko mengalami stres psikologis, kecemasan, dan gejala depresi bisa turun secara signifikan?” tulis dr Adam. Dikutip Selasa (23/6/2026)
Pernyataan tersebut merujuk pada hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of American College Health (2022) oleh Levine dan rekan-rekannya. Studi itu menemukan bahwa kebiasaan membaca untuk kesenangan berkaitan dengan penurunan tekanan psikologis.
Menurut dr Adam, efek positif tersebut muncul karena membaca dapat membantu mengurangi tekanan pada kebutuhan psikologis dasar seseorang. Aktivitas ini juga memberi ruang relaksasi yang membuat pikiran lebih tenang dan stabil secara emosional.
“Konsisten membaca berasosiasi dengan pikiran lebih tenang, kecemasan berkurang, dan keluhan depresi menurun,” ujarnya.
Ia menambahkan, membaca bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga kesehatan mental di tengah padatnya aktivitas harian. Selain mudah dilakukan, kebiasaan ini juga tidak membutuhkan biaya besar dan dapat dilakukan kapan saja.
Dr Adam juga mendorong masyarakat untuk mulai membiasakan membaca secara rutin, misalnya 15–20 menit per hari, sebagai bentuk perawatan diri yang sederhana namun berdampak jangka panjang bagi kesehatan mental.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






