ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Pemanfaatan teknologi baru seperti Geo-AI menjadi fokus utama dalam Geospatial Workshop terbaru. Kegiatan tersebut bertajuk “Shaping the Future with Intelligent Geospatial Solutions”. Agenda ini digelar pada 19–20 Mei lalu. bertempat di Departemen Teknik Geomatika ITS Surabaya.
Momentum kegiatan hasil kolaborasi Pusat Infrastruktur Data Spasial (PIDS) ITB dan Pusat Studi Infrastruktur Data Spasial (PSIDS) ITS ini menjadi landasan penting. Kita dapat melihat lebih dekat struktur kekuatan sumber daya manusia (SDM) kampus. Selain itu, kita bisa meninjau fasilitas penunjang akademik milik Departemen Teknik Geomatika ITS.
Pemetaan Komposisi Pengajar dan Jaringan Lulusan Global
Kekuatan akademik di Departemen Teknik Geomatika ITS ditopang oleh 28 staf pengajar aktif. Berdasarkan kepangkatan fungsional, komposisi pengajar diisi oleh 4 Profesor atau Guru Besar. Selain itu terdapat 9 Lektor Kepala dan 9 Lektor. Departemen ini juga diperkuat oleh beberapa Asisten Ahli.
ADVERTISEMENT
Staf pengajar memiliki latar belakang lulusan sarjana dari tiga kampus nasional yaitu Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Sementara itu, untuk jenjang pascasarjana, para staf pengajar menempuh studi di berbagai universitas internasional. Jaringan lulusan pengajar berasal dari negara-negara dengan tradisi teknologi kebumian yang kuat. Negara tersebut meliputi Australia, Kanada, Jerman, Prancis, Taiwan, dan Jepang.
Beberapa pengajar juga merupakan lulusan pascasarjana dari dalam negeri. Kampus dalam negeri tersebut meliputi ITS, ITB, dan UGM. Diversifikasi latar belakang pendidikan ini berpengaruh pada variasi metodologi riset kampus. Hal ini juga mempercepat adopsi perangkat lunak dan teknologi kebumian baru.
Rasio Mahasiswa dan Dinamika Pendidikan Pascasarjana
Saat ini, Departemen Teknik Geomatika ITS mengelola sekitar 500 mahasiswa aktif. Jumlah tersebut merupakan total mahasiswa untuk jenjang Sarjana (S1). Kuota penerimaan mahasiswa baru disesuaikan secara konsisten di kisaran 130 orang setiap tahun. Langkah ini diambil untuk menjaga rasio proses belajar-mengajar tetap ideal. Rasio antara dosen dan mahasiswa menjadi lebih seimbang.

Selain pendidikan sarjana, departemen ini juga mengampu mahasiswa tingkat lanjut. Mereka berada pada program pascasarjana. Berdasarkan data yang diperoleh koran mandala, terdapat 80 mahasiswa aktif di jenjang Magister (S2). Sementara itu, terdapat 22 mahasiswa di jenjang Doktoral (S3).
Seluruh aktivitas perkuliahan dan praktikum lapangan didukung secara teknis. Fasilitas administrasi operasional dikelola oleh sekitar 15 tenaga kependidikan profesional. Mereka terdiri dari aparatur sipil negara atau PNS. Ada pula pegawai non-PNS serta Tenaga Harian Lepas.
Spesialisasi Lima Laboratorium Riset
Seluruh aktivitas praktikum dipusatkan pada lima laboratorium keahlian khusus. Fasilitas ini berada di dalam lingkungan kampus Sukolilo. Tempat ini juga menjadi pusat pengerjaan tugas akhir mahasiswa. Berikut adalah rincian fokus dari kelima laboratorium tersebut:
-
Laboratorium Geodesi dan Geodinamika Laboratorium ini memfokuskan kegiatan risetnya pada penentuan posisi teliti. Kajiannya meliputi pengukuran kerangka kontrol vertikal dan horisontal. Lab ini juga memantau pergerakan kerak bumi atau deformasi. Pengukuran variasi gaya berat dan pasang surut air laut juga dilakukan di sini.
-
Laboratorium Geospasial Fokus utama laboratorium ini berada pada pengolahan data spasial. Aktivitasnya meliputi analisis spasial tingkat lanjut dan pemodelan wilayah. Tempat ini juga memfasilitasi pengembangan Sistem Informasi Geografis untuk perencanaan ruang. Pemetaan tematik daerah juga dikembangkan di laboratorium ini.
-
Laboratorium Surveying dan Kadaster Laboratorium ini menangani metode akuisisi data lapangan secara langsung. Prosesnya menggunakan metode survei terestris maupun fotogrametri operasional. Kajian utama di dalamnya meliputi survei rekayasa konstruksi. Masalah administrasi pertanahan atau kadaster juga diteliti di sini.

Praktikum Survey Terestris di Teknik Geomatika ITS Surabaya (Foto: ITS) -
Laboratorium Geomarin Laboratorium ini memiliki fokus pada survei hidrografi. Aktivitas utamanya adalah pemetaan bawah laut. Kajian kelautan meliputi pengukuran batimetri atau kedalaman laut. Lab ini juga melakukan investigasi sedimen dasar laut dan pemetaan koridor pesisir.
-
Laboratorium Geoinformatika Laboratorium ini menjadi pusat integrasi teknologi informasi komputer dan data spasial. Fokus risetnya mencakup penginderaan jauh digital. Aktivitasnya meliputi pemrosesan citra satelit dan pengembangan basis data spasial. Pemrograman WebGIS dan implementasi kecerdasan buatan juga dikembangkan di sini.
Mahasiswa dapat memanfaatkan seluruh fasilitas laboratorium ini untuk keperluan tugas mandiri. Mereka juga bisa terlibat secara aktif dalam riset-riset dosen. Kolaborasi lintas laboratorium juga sangat dimungkinkan di departemen ini. Hal tersebut bertujuan agar mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih komprehensif.
Akselerasi Era Geo-AI Nasional, ITB dan ITS Jalin Sinergi Strategis
Tanggapan Mengenai Sinergi Industri dan Kurikulum
Teknologi baru seperti Geo-AI berkembang dengan sangat cepat. Hal ini memunculkan tantangan keterbatasan fasilitas laboratorium di kampus. Terkait hal tersebut, Ketua Departemen Teknik Geomatika ITS memberikan tanggapan tertulisnya.
Dr. Khomsin, S.T., M.T., menjelaskan situasi riil di lapangan secara langsung:
“Perkembangan teknologi geospasial yang sangat cepat khususnya GeoAI memerlukan peningkatan sumber daya manusia (mahasiswa) di kampus. Oleh karena dukungan dana pengembangan hardware dan software geospasial di kampus sangat terbatas, maka diperlukan kerjasama dengan sektor industri untuk mensupport kurikulum di kampus,” kata Dr. Khomsin.

Interaksi antara dunia akademik dengan mitra industri global dinilai sangat penting. Ketua Pusat Studi Infrastruktur Data Spasial (PSIDS) ITS memberikan penjelasannya.
Prof. Dr. Eko Yuli Handoko, S.T., M.T., menjelaskan dampaknya terhadap kesiapan mahasiswa:
“Kolaborasi dengan industri memungkinkan mahasiswa dan peneliti mendapatkan wawasan terhadap kebutuhan teknologi terkini, pengalaman praktis, serta akses pada platform dan solusi geospasial modern. Sinergi ini penting agar lulusan ITS tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan industri geospasial global,” jelas Prof. Eko Yuli.
Target Kemandirian Alat dan Proyeksi Kerja Sama Masa Depan
Menatap kurun waktu 5 hingga 10 tahun ke depan, Teknik Geomatika ITS memiliki visi strategis. Departemen ingin memposisikan diri sebagai program studi paling unggul di Indonesia. Fokus utamanya berada di bidang sains dan teknologi kebumian. Kampus juga berkomitmen memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri.
Salah satu langkah nyata sudah mulai berjalan di internal departemen. Langkah tersebut adalah rintisan kemandirian teknologi kebumian domestik. Menurut keterangan dari Dr. Khomsin, beberapa staf pengajar sudah mulai melangkah mandiri. Mereka mulai merancang dan membuat sendiri beberapa peralatan survei di kampus.
Hubungan kemitraan dengan sektor industri diharapkan terus berjalan secara konsisten. Kerja sama ke depan harus mengarah ke tahap yang lebih konkret. Mengenai harapan dan rencana keberlanjutan kerja sama tersebut, Prof. Dr. Eko Yuli Handoko, S.T., M.T., menegaskan:
“Ke depan, PPIDS ITS berharap kerja sama dengan SuperMap tidak hanya berhenti pada workshop, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang nyata dan berkelanjutan, seperti pengembangan laboratorium geospasial, pelatihan dan sertifikasi mahasiswa, dukungan software dan teknologi Geo-AI, hingga kolaborasi riset terapan. Harapannya, mahasiswa ITS dapat semakin siap menghadapi kebutuhan industri geospasial modern dan memiliki kompetensi yang relevan di tingkat nasional maupun global,” kata Prof. Eko Yuli.
Melalui integrasi fasilitas lima laboratorium keahlian, proses belajar diharapkan berjalan optimal. Struktur tenaga pengajar lulusan institusi global menjadi modal utama utama kampus. Implementasi kerja sama industri diproyeksikan mampu memperkuat ekosistem geospasial nasional. Departemen Teknik Geomatika ITS terus berupaya menjaga pemenuhan kebutuhan SDM profesional secara berkelanjutan. (FMA)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






