ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Pusat Infrastruktur Data Spasial (PIDS) Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Pusat Studi Infrastruktur Data Spasial (PSIDS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar Geospatial Workshop bertajuk “Shaping the Future with Intelligent Geospatial Solutions”. Kolaborasi kedua perguruan tinggi ini fokus pada pemanfaatan ekosistem Geo-AI nasional untuk mendukung program pemetaan nasional BIG (Badan Informasi Geospasial).
Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Mei lalu di Departemen Teknik Geomatika, Kampus ITS Sukolilo, Surabaya ini dihadiri oleh sekitar 160 peserta. Selain mahasiswa jenjang sarjana dan pascasarjana dari lingkungan kampus, workshop geospasial ITB ITS selama dua hari ini juga diikuti oleh kalangan peneliti, dosen, serta praktisi industri pemetaan yang ingin mendalami implementasi kecerdasan spasial terkini.
Pentingnya Sinergi Antarkampus untuk Ekosistem Spasial
Ketua PIDS-ITB, Dr. Budhy Soeksmantono, S.T., M.T., menegaskan bahwa kolaborasi langsung antarperguruan tinggi—baik negeri maupun swasta—merupakan langkah yang sangat penting dan strategis dalam membangun industri geospasial di Indonesia.
ADVERTISEMENT
“Melalui kolaborasi tersebut, ekosistem geospasial nasional dapat tumbuh lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan, karena setiap institusi memiliki keunggulan, pengalaman, dan sumber daya yang saling melengkapi. PIDS meyakini bahwa sinergi antarkampus akan mempercepat pengembangan riset, inovasi teknologi, peningkatan kualitas SDM, serta hilirisasi hasil akademik agar lebih relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan nasional,” kata Dr. Budhy.
Melalui semangat kolaboratif ini, ia berharap dapat bersama-sama mendorong lahirnya industri geospasial Indonesia yang semakin maju, kompetitif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Senada dengan hal itu, Ketua PSIDS-ITS, Prof. Dr. Eko Yuli Handoko, S.T., M.T., menjelaskan bahwa integrasi teknologi Geo-AI Indonesia yang dikombinasikan dengan big data dan remote sensing sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan tata ruang dan pembangunan wilayah saat ini.
“Kegiatan ini bukan sekadar ruang diskusi akademik, melainkan wadah kolaborasi nyata antara akademisi, industri, dan pemerintah,” ujar Prof. Eko Yuli.
Implementasi Teknologi Geo-AI dan Tantangan Fasilitas Kampus
Di tengah cepatnya perkembangan teknologi kebumian, dunia kampus sering kali terkendala dalam pembaruan infrastruktur laboratorium. Ketua Departemen Teknik Geomatika ITS, Dr. Khomsin, S.T., M.T., membenarkan bahwa peran aktif sektor industri sangat dibutuhkan untuk menyokong kurikulum pendidikan tinggi.
“Perkembangan teknologi geospasial yang sangat cepat, khususnya Geo-AI, memerlukan peningkatan kapasitas SDM mahasiswa di kampus. Oleh karena dukungan dana pengembangan hardware dan software geospasial di kampus sangat terbatas, maka diperlukan kerja sama dengan sektor industri untuk mendukung kurikulum di kampus,” ujar Dr. Khomsin.
Dukungan teknologi dalam lokakarya ini diberikan langsung oleh dua pelaku industri global, SuperMap dan Leica Geosystems.
Komitmen Dukungan Perangkat Lunak dan Solusi Peta Dasar
Dalam sesi teknis, tim ahli SuperMap membedah aplikasi Geo-AI untuk efisiensi produksi peta nasional, platform data aksi iklim (Climate Action), hingga pendekatan Digital Twin untuk tata kelola maritim dan pelabuhan modern.
Evelyn Sun, General Manager for International Business SuperMap, menyatakan bahwa pihaknya siap berkomitmen jangka panjang untuk mendukung pengembangan talenta muda di kampus ITS, baik dari sisi penyediaan perangkat lunak maupun riset bersama.

“Kami di SuperMap berkomitmen untuk mendukung institusi pendidikan di Indonesia, khususnya Kampus ITS, dalam mempercepat adopsi teknologi Geo-AI. Kami siap memfasilitasi pemanfaatan perangkat lunak (software) SuperMap secara gratis untuk kebutuhan akademik, mendukung kegiatan riset terapan para dosen dan mahasiswa, serta memberikan dukungan pada berbagai kegiatan ilmiah maupun pelatihan berkelanjutan di kampus ini,” kata Evelyn Sun.
Sementara itu, pihak Leica Geosystems turut memberikan dukungan industri secara langsung melalui pemaparan materi khusus mengenai solusi teknologi untuk produksi peta dasar (Leica Solution for Base Map Production). Sesi ini memberikan gambaran nyata bagi peserta mengenai implementasi pemetaan dasar yang efektif sesuai dengan standar kebutuhan industri saat ini.
Standardisasi dan Rekognisi Kompetensi SDM
Selain penguasaan teknologi, aspek yang tidak kalah krusial di era Geo-AI ini adalah penjaminan mutu tenaga kerja melalui standardisasi. Dr. Budhy Soeksmantono menjelaskan bahwa keberadaan standar kompetensi menjadi fondasi utama untuk memastikan kualitas, konsistensi, dan profesionalisme SDM yang terlibat di dalamnya.
“Rekognisi atas kompetensi yang dimiliki insan geospasial juga sangat strategis, karena memberikan kejelasan capaian kemampuan, meningkatkan kepercayaan dunia kerja, serta memperkuat daya saing SDM Indonesia di tingkat nasional maupun global. Dalam perspektif ini, standardisasi dan rekognisi bukan hanya penting sebagai instrumen penjamin mutu, tetapi juga sebagai pendorong terciptanya ekosistem IG yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan,” jelas Dr. Budhy.

Dengan adanya kesepahaman mengenai kompetensi yang dibutuhkan, diharapkan dunia pendidikan, industri, pemerintah, dan komunitas profesi dapat bergerak lebih selaras dalam menyiapkan talenta geospasial yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Efisiensi untuk Program Pemetaan Nasional BIG
Bagi Badan Informasi Geospasial (BIG), kolaborasi antarkampus yang disokong teknologi industri global ini diharapkan memberi dampak positif bagi pemetaan nasional. Adopsi teknologi Geo-AI serta solusi produksi peta dasar yang efisien diproyeksikan mampu mempercepat pemrosesan data, menjaga akurasi pemetaan, dan mendukung percepatan penyediaan peta rupa bumi nusantara.
Ke depan, pihak kampus berharap kerja sama strategis ini berlanjut ke tahap yang lebih konkret, seperti rintisan laboratorium geospasial bersama, program sertifikasi keahlian untuk mahasiswa, hingga kolaborasi riset berskala nasional. (FMA)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






