KORANMANDALA.COM – Fenomena perut begah hingga bolak-balik ke toilet setelah menyantap makanan berlemak saat momen Lebaran bukan hal asing bagi banyak orang.
Hidangan khas seperti opor ayam, rendang, hingga kue kering kerap dikonsumsi berlebihan, apalagi saat suasana kumpul keluarga yang hangat. Namun, di balik kenikmatannya, ada dampak yang kerap muncul jika tidak dikontrol.
Dokter umum sekaligus konten kreator kesehatan, @Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa kondisi perut begah setelah makan besar umumnya berkaitan dengan proses pencernaan yang melambat.
“Kalau habis makan besar, terutama makanan berlemak seperti opor, lambung kita itu kerjanya jadi lebih lambat. Ini yang disebut delayed gastric emptying. Ditambah lagi kalau kita makan sambil ngobrol, udara ikut ketelan dan bikin perut makin penuh gas,” jelasnya. Dikutip di laman instagram Minggu 22/3/2026
Menurutnya, gas tidak hanya terbentuk di lambung, tetapi juga di usus besar akibat proses fermentasi sisa makanan oleh bakteri.
“Nanti pas sisa bumbu opor sampai ke usus besar, itu bakal diolah bakteri. Hasil olahan inilah yang bikin gas susulan, makanya perut terasa makin tidak nyaman,” tambahnya.
Tak hanya begah, kondisi ini juga bisa berlanjut menjadi diare. Cecep menyebutkan bahwa kandungan lemak tinggi memicu produksi empedu berlebih yang berdampak pada sistem pencernaan.
“Lemak tinggi dari opor itu memaksa tubuh mengeluarkan cairan empedu ekstra. Nah, ketika empedu ini masuk ke usus besar, dia bisa menarik banyak air. Akibatnya feses jadi cair dan perut terasa melilit,” ujarnya.
Solusi Atasi Perut Begah dan Mencret Usai Makan Berlemak
1. Imbangi dengan Serat
Konsumsi makanan berserat seperti sayur atau buah (misalnya pisang) bersamaan dengan daging. Serat membantu mengikat sisa cairan empedu di usus agar feses tetap padat.
2. Sisakan Kuah Kental
Hindari mengonsumsi terlalu banyak kuah atau bumbu pekat. Kandungan tertentu di dalamnya dapat difermentasi bakteri dan memicu produksi gas berlebih.
3..Beri Jeda Makan Besar
Setelah makan berat, beri waktu sekitar 2 jam sebelum mengonsumsi makanan lain, terutama camilan seperti kue kering, agar lambung tidak bekerja terlalu berat.
4. Hindari Langsung Rebahan
Tunggu minimal 2 jam setelah makan sebelum berbaring untuk mencegah gangguan pencernaan dan naiknya asam lambung.
5. Lakukan Aktivitas Ringan
Jalan kaki santai selama 10–15 menit setelah makan dapat membantu mempercepat proses pencernaan dan mengurangi penumpukan gas di perut.
Terakhir, masyarakat diimbau untuk lebih waspada jika gejala berlanjut.
“Kalau diare lebih dari tiga hari, ada darah di feses, atau tubuh terasa sangat lemas karena dehidrasi, sebaiknya segera periksa ke dokter,” pungkasnya.
Dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, masyarakat diharapkan tetap bisa menikmati momen kuliner tanpa harus terganggu masalah pencernaan
