ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Dokter sekaligus kreator konten kesehatan, Tirta Mandira Hudhi atau dr. Tirta, ia membagikan panduan waktu terbaik berolahraga saat berpuasa melalui kanal YouTube SuaraTirta dalam konten “Mitos dan Fakta Kesehatan Spesial Ramadan” yang diunggah awal Maret 2025.
Dalam pemaparannya, dr. Tirta menekankan bahwa olahraga saat puasa tetap aman dan bermanfaat jika dilakukan pada waktu dan intensitas yang tepat. Salah satu manfaat utama adalah melatih lactate threshold (ambang laktat), yaitu batas kemampuan tubuh bekerja secara efisien sebelum kelelahan berat terjadi. Latihan dalam kondisi kadar gula rendah saat puasa disebut dapat meningkatkan adaptasi daya tahan (endurance).
Waktu Olahraga yang Dianjurkan Saat Puasa
Langgar Perda Tiga Tempat Hiburan Malam di Bandung Kepergok Beroperasi
ADVERTISEMENT
1. Menjelang berbuka (ngabuburit)
Ini disebut waktu paling menantang karena kadar gula berada di titik terendah. Tubuh dipaksa beraktivitas dengan energi minimal sehingga adaptasi metabolik meningkat. Namun intensitas harus ringan sedang untuk menghindari pusing atau pingsan. Jika dilakukan konsisten selama Ramadan, efek peningkatan daya tahan dinilai signifikan setelah bulan puasa.
2. Setelah berbuka hingga sebelum Isya
Disarankan berbuka dengan kurma dan air putih, lalu istirahat sejenak sebelum olahraga ringan. Waktu ini relatif aman karena energi sudah masuk kembali, tetapi belum terlalu larut malam.
3. Setelah tarawih
Boleh dilakukan, terutama bagi yang tidak sempat di waktu lain. Namun risikonya waktu tidur berkurang sehingga perlu diimbangi manajemen istirahat.
4. Sebelum sahur
Pilihan bagi yang terbiasa bangun dini hari. Latihan ringan sekitar pukul 03.00 dapat dilakukan sebelum makan sahur, tetapi tetap perlu memperhatikan hidrasi.
5. Pagi hari saat masih puasa
Olahraga pukul 07.00–09.00 juga diperbolehkan untuk melatih endurance. Kuncinya tidak memaksakan intensitas tinggi karena tubuh masih dalam fase tanpa asupan energi.
Kunci Aman Olahraga Saat Puasa
Dr. Tirta menegaskan prinsip utama adalah menyesuaikan intensitas dengan kondisi energi.
“Olahraga saat puasa melatih tubuh beradaptasi dalam kondisi gula minimal, tapi jangan terlalu dipaksakan,Ia menambahkan, konsistensi selama satu bulan puasa dapat meningkatkan kapasitas fisik karena tubuh terbiasa bekerja efisien pada cadangan energi rendah. Dengan pengaturan waktu yang tepat, olahraga saat Ramadan justru dapat meningkatkan kebugaran” Ujarnya
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






