Koran Mandala –Universitas Garut (UNIGA) melalui Fakultas Ekonomi Program Studi Pariwisata menggelar Travel Mart bertema “Ashcharya Cultura Indonesia” di Amphitheater Swiss Van Java – Ciplaz Garut, Sabtu-Minggu (14–15 Juni 2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas akhir mahasiswa yang diarahkan untuk menciptakan karya nyata di luar ruang kelas.
Ketua Program Studi Pariwisata UNIGA, Dani Adiatma, menjelaskan bahwa Travel Mart adalah implementasi dari pendekatan Outcome Based Education (OBE) yang menekankan hasil belajar berbasis karya.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga harus mampu menghasilkan karya. Travel Mart ini adalah bentuk konkret dari hasil pembelajaran mereka,” ujar Dani.
Diklatsar Menwa Mahawarman 2025 Digelar, Bentuk Karakter Mahasiswa
Lebih lanjut Dani menyampaikan, kurikulum OBE dirancang agar mahasiswa bisa mengembangkan potensi melalui pengalaman langsung. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini menjadi penting dalam proses pendidikan.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pariwisata, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Garut Luna Aviantrini, Kepala Bidang Destinasi Wisata Imas, Kabid Pemasaran Pariwisata Aam, perwakilan dari PHRI, Himpunan Pramuwisata, Asosiasi Travel Indonesia, ITGA, serta 130 mahasiswa UNIGA.
Kegiatan ini juga berfungsi sebagai ajang promosi pariwisata lokal. Para mahasiswa memperkenalkan beragam destinasi dan potensi wisata Kabupaten Garut kepada para pelaku industri dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Luna Aviantrini menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa UNIGA. Ia berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi agenda rutin dan berdampak positif pada kemajuan pariwisata daerah.
“Kami bangga melihat mahasiswa mampu menciptakan gebrakan melalui Travel Mart. Ini bisa menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata Garut,” ungkap Luna.
Ia juga berharap ke depan mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen pengetahuan, tetapi juga produsen ide dan solusi bagi tantangan di sektor pariwisata.
