Bandung Jadi Sasaran Pencarian Talenta Sepak Bola Muda, 120 Pemain Ikuti Seleksi ASICS
KORAN MANDALA –Potensi pemain sepak bola muda di Jawa Barat mulai mendapat perhatian dalam program pencarian bakat ASICS Super 8 Draft Combine. Bandung menjadi salah satu kota yang disambangi karena dinilai memiliki banyak talenta potensial, didukung perkembangan pembinaan sepak bola usia muda.
Senior Marketing Core Performance Sport ASICS Indonesia, Gemilang Sayyef Alhaq, mengatakan Bandung memiliki karakteristik pemain yang menarik, terutama dari sisi kemampuan teknis.
Menurutnya, perkembangan pembinaan sepak bola usia muda di Jawa Barat menjadi salah satu faktor yang membuat Bandung memiliki potensi besar dalam melahirkan pemain berbakat.
“Di Bandung karena begitu banyak pembinaan usia muda di sini, di Jawa Barat itu sendiri. Jadi secara technical skill-nya saya rasa lebih menarik di sini,” ujar Gemilang.
Dia menyebutkan, terdapat sekitar 120 pemain yang mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi di Bandung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 56 pemain mengikuti sesi terakhir yang menggunakan format pertandingan 11 lawan 11.
Peserta tidak hanya berasal dari Kota Bandung, tetapi juga sejumlah daerah lain di Jawa Barat. Seleksi ini menjadi bagian dari rangkaian pencarian talenta yang juga digelar di Jakarta, Makassar, dan Surabaya.
Gemilang menjelaskan, ASICS ingin memberikan kesempatan kepada pemain berusia 16-18 tahun untuk menunjukkan kemampuan sekaligus merasakan atmosfer kompetisi dengan intensitas lebih tinggi.
Dalam proses seleksi, penilaian tidak hanya bertumpu pada kemampuan dasar seperti passing, dribbling, dan shooting. Aspek koordinasi permainan, mentalitas, serta sikap pemain di lapangan juga menjadi perhatian.
Sementara itu Aldi Iqbal Tawakal Coach ASICS Football Draft Combine menyebutkan, proses seleksi sendiri berlangsung melalui tiga tahapan. Tahap pertama berupa tes keterampilan individu, meliputi passing, dribbling, dan shooting tanpa lawan dengan tekanan waktu.
Pemain yang lolos kemudian mengikuti pertandingan format 7 lawan 7. Pada tahap ini, tim penilai melihat kemampuan peserta menerapkan keterampilan individu ke dalam situasi permainan.
Sementara pada tahap ketiga, pemain yang kembali lolos menjalani pertandingan 11 lawan 11. Format tersebut digunakan untuk menilai kemampuan mereka dalam menghadapi situasi pertandingan yang lebih kompleks.
Melalui program ini, ASICS juga membuka kesempatan bagi para pemain untuk mendapatkan perhatian dari pemandu bakat atau talent scout berbagai klub.
Gemilang mengatakan, sejumlah klub dari Liga Indonesia, Jepang, dan Asia Tenggara telah mengonfirmasi kehadiran pemandu bakat. Bahkan, terdapat kemungkinan perwakilan klub dari Eropa turut hadir.
Meski demikian, keputusan perekrutan pemain sepenuhnya berada di tangan masing-masing klub. ASICS dalam program tersebut berperan menyediakan wadah agar pemain muda dapat menunjukkan kemampuan mereka di hadapan para pencari bakat.
Dia berharap semakin banyak pemain muda Indonesia yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan karier dan bersaing di level internasional.
“Harapannya kami ingin melihat lebih banyak pemain berbakat muda Indonesia yang bisa berkompetisi tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara,” katanya.