Warga Kampung Gandaria, Purwakarta, mengeluhkan bau menyengat dan banyaknya lalat dari kandang bebek yang diduga milik Kades Nagrak.
KORAN MANDALA – Kandang peternakan pembesaran bebek di Kampung Gandaria, Desa Nagrak, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, dikeluhkan warga karena bau menyengat dan banyaknya lalat di sekitar permukiman. Kandang tersebut diduga milik Kepala Desa Nagrak, Udin.
Keberadaan peternakan yang berdekatan dengan rumah penduduk itu dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan dan aktivitas sehari-hari. Warga berharap persoalan tersebut segera ditangani agar bau tidak sedap dan lalat tidak terus mengganggu masyarakat.
Salah seorang warga, Adit, berharap pemilik peternakan bertanggung jawab dan memberikan solusi nyata atas persoalan yang dirasakan masyarakat.
“Kalau memang kandang itu menimbulkan gangguan bagi warga, kami berharap ada tanggung jawab dari pemiliknya. Minimal ada upaya untuk mengurangi lalat, misalnya menyediakan alat penyemprot serangga, supaya masyarakat bisa lebih nyaman,” ujar Adit, Selasa (27/10/2026).
Menurut Adit, penanganan diperlukan agar warga tidak terus mengalami gangguan dari aktivitas peternakan yang berada dekat dengan permukiman.
Banyaknya lalat di sekitar rumah menimbulkan kekhawatiran warga terhadap kebersihan lingkungan, terutama di area penyimpanan dan pengolahan makanan. Sementara itu, bau menyengat dinilai mengurangi kenyamanan masyarakat saat beraktivitas di rumah.
Aktivitas peternakan yang berdekatan dengan permukiman perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Pengelolaan kandang yang baik diharapkan dapat mengurangi gangguan terhadap warga tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha peternakan.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan dari Udin mengenai dugaan kepemilikan kandang, keluhan warga, maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.