KORAN MANDALA – Becak listrik membantu mengurangi beban fisik pengayuh becak berusia lanjut di Kabupaten Garut. Namun, bantuan tersebut belum serta-merta meningkatkan pendapatan mereka.
Kondisi itu dirasakan Heru (68), pengayuh becak yang telah puluhan tahun menggantungkan penghasilan dari mengantar penumpang. Setiap hari, Heru mangkal di Jalan Pramuka, Garut Kota, mulai sekitar pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB.
Di usianya yang tidak lagi muda, tenaga menjadi salah satu persoalan utama dalam menjalankan pekerjaan tersebut. Karena itu, bantuan becak listrik yang diterimanya dari program pemerintah menjadi keringanan tersendiri.
“Saya sangat bahagia ya dengan mendapatkan bantuan becak ini. Setidaknya tenaga saya tidak terlalu capek,” kata Heru, Sabtu (3/10/2026).
Namun, di balik manfaat tersebut terdapat persoalan ekonomi yang masih dihadapi Heru. Ia mengaku pendapatannya dalam beberapa tahun terakhir tertekan oleh persaingan dengan layanan transportasi berbasis aplikasi.
Dalam sehari, Heru rata-rata hanya memperoleh pendapatan sekitar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu. Bahkan pada hari tertentu, ia tidak mendapatkan penumpang sama sekali.
Persoalan bukan hanya jumlah penumpang. Tarif yang diterima Heru juga mengalami perubahan setelah menggunakan becak listrik.
Sebelumnya, perjalanan dari Jalan Pramuka menuju kawasan Pengkolan, Jalan Ahmad Yani, biasanya dihargai sekitar Rp15 ribu, bahkan beberapa penumpang memberikan hingga Rp20 ribu.
Kini, tarif yang diterimanya untuk rute yang sama bisa turun menjadi sekitar Rp10 ribu.
“Kalau sebelum saya memakai becak listrik, tarif becak dari Jalan Pramuka ke Pengkolan itu minimal Rp15 ribu, kadang ada yang ngasih Rp20 ribu. Tapi sekarang setelah memakai becak listrik jadi turun menjadi Rp10 ribu. Alasannya kan sekarang sudah pakai tenaga listrik,” ujar Heru.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bantuan alat produksi belum otomatis menyelesaikan persoalan pendapatan pengayuh becak. Beban fisik memang berkurang, tetapi persoalan permintaan jasa, persaingan transportasi, dan daya tawar tarif masih menjadi tantangan.
Heru mengaku tidak mempermasalahkan keberadaan ojek daring. Menurut dia, para pengemudi ojek online juga sama-sama mencari nafkah.
“Kalau soal rezeki itu sudah diatur sama Allah. Memang sebenarnya mengalami penurunan pendapatan karena adanya ojek online itu, tapi ya mau bagaimana. Tidak masalah juga karena mereka juga mencari nafkah, yang penting aman,” katanya.
Di tengah pendapatan yang tidak menentu, Heru tetap bertahan dengan pekerjaan yang telah dilakoninya selama puluhan tahun.
Becak listrik setidaknya membuat aktivitas tersebut tidak lagi seberat ketika ia harus mengandalkan tenaga sepenuhnya untuk mengayuh kendaraan. Heru bahkan memiliki cara sendiri untuk menghemat daya baterai.
Saat melewati jalan menurun, ia mematikan mesin agar konsumsi baterai lebih hemat.
“Untuk menghindari baterai cepat habis, saya itu kalau ada pudunan (jalan menurun), mesin saya matikan. Jadi baterainya juga terbantu, tidak cepat habis. Dari awal mangkal sampai pulang saya tidak kerepotan karena baterai habis,” tuturnya.
Heru biasanya mangkal bersama dua rekannya di kawasan Jalan Pramuka. Ketiganya mengandalkan penumpang yang membutuhkan jasa angkutan jarak dekat.
Bagi Heru, becak bukan sekadar kendaraan untuk mencari penghasilan. Pekerjaan tersebut menjadi sumber nafkah yang tetap ia jalani meski usia telah memasuki 68 tahun.
Karena itu, bantuan becak listrik memang memberikan manfaat nyata dari sisi fisik. Namun, pengalaman Heru juga memperlihatkan bahwa persoalan pengayuh becak tidak berhenti pada beratnya mengayuh kendaraan.
Ketika jumlah penumpang menurun dan tarif ikut tertekan, bantuan kendaraan hanya menyelesaikan sebagian persoalan.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana memastikan para pengayuh becak tetap memiliki ruang ekonomi di tengah perubahan pola transportasi perkotaan, tanpa kehilangan akses terhadap mata pencaharian yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.
Heru pun mengapresiasi bantuan yang diterimanya dari Presiden Prabowo Subianto dan Pemerintah Kabupaten Garut.
Baginya, becak listrik setidaknya membuat pekerjaan yang masih harus dijalani di usia senja menjadi lebih ringan.
Tenaga boleh dibantu listrik, tetapi persoalan penghasilan tetap membutuhkan solusi yang lebih luas.
