ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA –Aksi empat siswa sekolah dasar (SD) di Kelurahan Nagri Kaler, Kabupaten Purwakarta, membersihkan selokan yang dipenuhi sampah menjadi perhatian setelah dokumentasinya viral di media sosial.
Keempat siswa tersebut secara sukarela turun langsung membersihkan sampah di selokan dan aliran sungai kecil di sekitar permukiman warga. Mereka menamakan kelompoknya Pandawara Cilik, terinspirasi dari Pandawara Group yang dikenal melalui gerakan peduli lingkungan.
Aksi tersebut dilakukan di sela waktu luang dan kegiatan sekolah. Dengan peralatan sederhana seperti kantong plastik, ember, alat pembersih serta sarung tangan, mereka menyusuri selokan dari bagian depan hingga belakang permukiman.
ADVERTISEMENT
Salah satu anggota Pandawara Cilik, Radit Arka Faizi, mengatakan ide tersebut muncul ketika dirinya melihat aliran selokan di sekitar rumah tersumbat tumpukan sampah.
“Awal mulanya saya lagi diam bersama Atar, lihat aliran selokan tersumbat. Dari situ ada inisiatif bikin grup Pandawara. Saya langsung ambil kantong kresek dan alat-alat untuk bersihkan sampah di selokan yang tersumbat,” ujar Radit saat ditemui, dikutip Jumat (2/10/2026).
Radit kemudian mengajak teman-temannya yang juga merupakan siswa SDN 5 Nagri Kaler. Pandawara Cilik terdiri dari Radit Arka Faizi dan Atar Rifki Yudistira yang duduk di kelas 6, Raffa Putera Maulana kelas 6, serta Fauzan kelas 3.
Menurut Radit, aksi bersih-bersih dilakukan karena mereka ingin menjaga lingkungan tetap bersih sekaligus mengurangi risiko munculnya penyakit dan nyamuk.
“Iya, peduli ke lingkungan biar enggak ada penyakit dan enggak banyak nyamuk. Tadi bersihkan selokan dari depan sampai ke belakang. Banyak kaca sama paku, cuma ketusuk dikit aja tapi enggak sampai luka,” katanya.
Kegiatan tersebut juga tidak terlepas dari kebiasaan yang mereka dapatkan di sekolah melalui program TDBA (Tatanen di Bale Atikan). Program tersebut turut membentuk karakter peduli lingkungan dan membiasakan siswa melakukan kegiatan ngosrek atau bersih-bersih.
Kepala SDN 5 Nagri Kaler, Nurhayati, mengapresiasi aksi yang dilakukan para siswanya. Ia menyebut Arka dan Rafa dikenal rajin mengikuti kegiatan TDBA dan program ngosrek di sekolah.
“Arka dan Rafa dari pengakuan gurunya memang rajin saat pelajaran TDBA dan program ngosrek. Harapannya ini bisa menginspirasi anak-anak di sekolah ini dan seluruh anak di Indonesia,” ujar Nurhayati.
Menurutnya, aksi yang dilakukan para siswa tersebut terlihat sederhana, tetapi dapat memberikan dampak terhadap kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Mungkin dianggap hal kecil hanya membersihkan sampah saja, tetapi berdampak besar ke lingkungan dan membuat masyarakat lain tergerak,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Lurah Nagri Kaler, Saepulloh Amsor. Ia menilai aksi Pandawara Cilik dapat menjadi edukasi bagi masyarakat sekitar untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan.
“Inspirasi anak-anak ini sangat mengedukasi, terutama bagi warga sekitar. Mudah-mudahan aksi anak-anak ini bisa diikuti oleh masyarakat luas dan para pengurus lingkungan untuk lebih peduli terhadap kebersihan,” tutur Saepulloh.
Aksi empat siswa tersebut menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana. Dengan peralatan seadanya, mereka memilih turun langsung membersihkan selokan dan aliran air di sekitar tempat tinggal mereka.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






