KORAN MANDALA – Aksesibilitas trotoar di kawasan Gasibu, Kota Bandung, dinilai masih menyulitkan penyandang disabilitas.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun didorong segera mengevaluasi kondisi tersebut dan memastikan fasilitas pejalan kaki dapat digunakan secara aman dan inklusif.
Koordinator Wilayah Kopeka Bandung, Muhammad Fadhil, mengatakan hingga kini pihaknya belum mengetahui adanya tanggapan pemerintah terkait hasil kegiatan tamasya trotoar yang dilakukan bersama komunitas disabilitas di kawasan Gasibu.
Menurut Fadhil, kondisi tersebut perlu segera ditindaklanjuti dengan evaluasi terhadap hasil revitalisasi trotoar, termasuk melibatkan tim teknis yang menangani pembangunan fasilitas tersebut.
“Saya berharap Gubernur bisa memanggil tim teknisnya, seperti Kepala PU, arsitek, penyedia pelaksanaan. Gubernur harus bertindak tegas, terutama untuk kontraktor kalau bisa dipinalti,” kata Fadhil, Selasa (29/9/2026).
Fadhil menegaskan, persoalan tersebut tidak dimaksudkan untuk menyalahkan Gubernur Jawa Barat. Menurutnya, kepala daerah menerima laporan dari jajaran teknis sehingga evaluasi perlu diarahkan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan.
“Saya di sini sebenarnya tidak menyalahkan Gubernur. Karena Gubernur itu hanya menerima laporan dari tim teknisnya,” ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah melibatkan komunitas disabilitas sejak proses perencanaan pembangunan fasilitas pejalan kaki. Pelibatan tersebut dinilai penting agar desain dan fasilitas yang dibangun tidak hanya memenuhi aspek visual, tetapi juga benar-benar dapat digunakan penyandang disabilitas.
“Saya berharap pemerintah dalam pembangunan fasilitas pejalan kaki itu melibatkan komunitas disabilitas. Standar inklusivitas itu harus bisa dilewati dengan aman oleh rekan-rekan disabilitas, bukan hanya dilewati dengan aman oleh rekan-rekan non-disabilitas,” tutur Fadhil.
Menurutnya, masukan dari pengguna langsung diperlukan untuk mengetahui hambatan yang mungkin tidak terlihat dalam proses perencanaan maupun pemeriksaan teknis.
Karena itu, Fadhil mengajak Gubernur Jawa Barat melihat langsung kondisi trotoar di kawasan Gasibu. Ia berharap kunjungan tersebut dapat menjadi momentum untuk melihat persoalan aksesibilitas dari sudut pandang penyandang disabilitas.
“Kepada Bapak Gubernur, mungkin bisa langsung turun ke lapangan, kami mengundang Bapak Gubernur untuk cek ke lokasi,” Ungkapnya
