ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta mengambil sampel air Sungai Cibayawak di Desa Cilandak, Kecamatan Cibatu, Senin (28/9/2026).
Langkah tersebut dilakukan setelah kondisi air sungai dilaporkan berubah warna dan menimbulkan bau tidak sedap.
Petugas DLH bersama personel laboratorium turun langsung ke lokasi untuk memeriksa kondisi aliran sekaligus mengambil sampel air. Sampel tersebut selanjutnya akan diuji di laboratorium untuk mengetahui kondisi serta kandungan air sungai.
ADVERTISEMENT
Dari pemeriksaan lapangan, DLH menemukan sejumlah bagian sungai ditumbuhi rumput cukup lebat. Petugas juga melihat adanya endapan yang diduga telah lama menumpuk di sepanjang aliran.
Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKLH) DLH Kabupaten Purwakarta, Iwan Sobarna, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu temuan saat proses pengambilan sampel.
“Di lokasi memang cukup sulit saat mengambil sampel karena banyak rumput. Dari yang kami lihat, rumput itu kemungkinan berkaitan dengan endapan yang sudah lama berada di aliran sungai,” kata Iwan.
Menurutnya, sedimentasi yang menumpuk berpotensi memengaruhi kondisi aliran sungai. Namun, DLH belum menyimpulkan sedimentasi sebagai penyebab perubahan warna maupun bau pada air Sungai Cibayawak.
DLH masih menunggu hasil uji laboratorium sebelum menentukan sumber persoalan dan langkah penanganan. Hasil pemeriksaan diperkirakan dapat diketahui sekitar delapan hari setelah sampel diuji.
“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium. Kurang lebih delapan hari nanti hasilnya akan terlihat seperti apa,” ujarnya.
DLH juga mempertimbangkan pengerukan endapan atau normalisasi sungai sebagai salah satu opsi penanganan. Langkah tersebut dinilai dapat membantu memperbaiki aliran sekaligus memudahkan pemantauan terhadap kondisi sungai.
Di sisi lain, DLH masih mendalami informasi mengenai aktivitas usaha yang diduga berpotensi berkaitan dengan pembuangan limbah ke aliran sungai.
Penelusuran awal menemukan adanya aktivitas perusahaan pemotongan ayam serta kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan pembersihan jeroan hasil produksi di bagian selatan aliran Sungai Cibayawak.
Namun, DLH belum menyimpulkan adanya keterkaitan aktivitas tersebut dengan perubahan kondisi air. Dugaan tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium dan pendalaman lebih lanjut di lapangan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






