ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA –Tumpukan sampah, lumpur, dan rumput liar yang memenuhi selokan menjadi perhatian menjelang musim hujan. Kondisi tersebut berpotensi menghambat aliran air dan memicu genangan ketika hujan dengan intensitas tinggi turun.
Pembersihan saluran air mulai dilakukan di sejumlah lingkungan di Kabupaten Purwakarta. Berbagai material yang berpotensi menghambat aliran diangkat dari dalam selokan agar jalur air kembali lebih terbuka.
Saluran air yang dipenuhi material dapat mengurangi kapasitas tampung. Ketika hujan turun deras, air yang tidak dapat mengalir dengan lancar berpotensi meluap ke jalan, halaman rumah hingga permukiman warga.
ADVERTISEMENT
Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu munculnya genangan untuk mulai membersihkan saluran air.
“Jangan menunggu sampai terjadi genangan baru dibersihkan. Saluran air yang bersih dan tidak tersumbat penting untuk menjaga aliran tetap lancar ketika hujan turun,” ujarnya, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, menjaga kebersihan saluran air bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan. Masyarakat juga memiliki peran dalam memastikan saluran di lingkungan tempat tinggal tidak dipenuhi sampah.
“Menjaga saluran air bukan hanya tugas petugas kebersihan. Kita semua memiliki tanggung jawab agar lingkungan tetap bersih dan aliran air tidak terganggu,” ucap Tini.
Selain membersihkan saluran secara berkala, masyarakat diimbau tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam selokan. Sampah yang menumpuk dapat mempersempit jalur aliran dan memperbesar risiko air meluap saat hujan.
Pembersihan selokan sebelum musim hujan menjadi salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini. Dengan saluran yang lebih terbuka dan bebas dari sampah, aliran air diharapkan tetap berjalan ketika curah hujan meningkat.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






