KORAN MANDALA – Rencana pembangunan akses Tol Padaleunyi KM 151 masih terbentur persoalan teknis. Keberadaan pipa Pertamina serta jaraknya yang terlalu dekat dengan KM 149 membuat pembangunan akses tersebut dinilai sulit dilakukan.
Anggota DPRD Jawa Barat Komisi IV, Tedy Rusmawan, mengatakan Direktorat Jalan Bebas Hambatan (JBH) telah menyampaikan kondisi tersebut dalam pembahasan akses Tol Padaleunyi.
“Kemudian terkait dengan KM 151, JBH menyampaikan bahwa Tol 151 sulit dibangun karena jaraknya terlalu dekat dengan Tol 149 dan di lokasi terdapat pipa Pertamina,” kata Tedy Saat dihubungi Koran Mandala Selasa (15/9/2026)
Menurutnya, persoalan pipa Pertamina menjadi kendala karena relokasi akan membutuhkan biaya besar.
“Nah, ini, jadi ada pipa Pertamina. Nah, apabila direlokasi membutuhkan biaya yang mahal,” ujarnya.
Sebagai alternatif, JBH mendorong pembangunan di KM 149 yang terhubung dengan akses dari dan menuju Cileunyi.
“Karena itu untuk solusinya dari JBH lebih mendorong untuk membangun interchange di Tol 149 ke Cileunyi,” tutur Tedy.
Tedy berharap opsi tersebut tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dapat segera direalisasikan. Menurutnya, akses tersebut dibutuhkan untuk membantu mengurai kemacetan sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat menuju kawasan Bandung Timur.
“Nah, ini mudah-mudahan solusi yang bisa segera direalisasikan dan ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam hal penanganan kemacetan, sekaligus juga untuk mempermudah akses-akses vital di kawasan Gedebage,” katanya.
Ia menilai keberadaan akses tersebut juga akan mendukung konektivitas menuju sejumlah fasilitas penting di kawasan Bandung Timur.
“Terutama juga untuk Whoosh, GBLA, Al-Jabbar, dan tempat-tempat lainnya di kawasan Bandung Timur,” ucapnya.

Pintu Tol Jagorawi
Dapatkan berita informasi seputar kota Bandung dan berita terbaru menarik lainnya di Google News. Ikuti Media Sosial KORAN MANDALA untuk update berita pilihan dan breaking news setiap hari.