Daerah

KM 149 Tol Padaleunyi Ditargetkan Beroperasi 24 Jam Bulan Desember

KORAN MANDALA – Akses Tol Padaleunyi KM 149 dan KM 151 mulai mendapat tindak lanjut dari Pemerintah Pusat. Untuk KM 149, proses pengujian masih berlangsung sebelum akses tersebut dapat dioperasikan secara penuh.
‎
‎Anggota DPRD Jawa Barat Komisi IV, Tedy Rusmawan, mengatakan Pemprov Jabar telah berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat terkait perkembangan akses tol tersebut.
‎
‎“Pemprov sudah berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat. Dalam rapat yang dipimpin oleh Sekretariat Presiden bersama dengan kementerian terkait, WA-nya bersama dengan Gubernur Jawa Barat juga menyampaikan JBH Kementerian PUPR. Jadi, sudah mendapatkan respon dari Pemerintah Pusat,” Kata Tedy Saat dihubungi Koran Mandala Selasa (15/9/2026)
‎
‎Tedy menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, akses KM 149 masih menunggu dokumen Uji Laik Fungsi dan Operasi (UFLO).
‎
‎Dokumen tersebut belum diterbitkan karena masih terdapat sejumlah perbaikan yang harus diselesaikan oleh pihak Jasa Marga.
‎
‎“Untuk akses 149 disampaikan bahwa JBH atau Direktorat Jalan Bebas Hambatan menyampaikan bahwa sedang menunggu dokumen UFLO atau Uji Laik Fungsi dan Operasi. UFLO belum terbit karena ada perbaikan-perbaikan yang belum selesai dilaksanakan oleh Jasa Marga,” ujarnya.
‎
‎Menurut Tedy, Jasa Marga saat ini tengah menyiapkan metode pelaksanaan perbaikan beserta jadwal pengerjaannya. Perbaikan tersebut ditargetkan selesai pada November.
‎
‎“Untuk itu, Jasa Marga sedang membuat metode pelaksanaan perbaikan dan time schedule. Targetnya, November l selesai,” katanya.
‎
‎Tedy berharap proses pengujian dan perbaikan dapat segera rampung sehingga akses KM 149 bisa mendapatkan kepastian operasional.
‎
‎“Jadi, mudah-mudahan di November ini ada informasi terbaru. Dan tentunya, mudah-mudahan Desember bisa 24 jam untuk KM 149 ini,” ucapnya.
‎
‎Sebelumnya, tindak lanjut akses KM 149 dan KM 151 Tol Padaleunyi juga dibahas dalam rapat pada 11 Agustus 2024 yang melibatkan Sekretariat Wakil Presiden dan kementerian terkait.
‎
‎Tedy berharap hasil koordinasi tersebut dapat mempercepat penyelesaian persoalan akses tol yang selama ini menjadi perhatian masyarakat

Share