KORAN MANDALA – Tas siaga bencana (TSB) menjadi salah satu perlengkapan penting yang perlu disiapkan keluarga, terutama bagi orang tua yang memiliki bayi dan balita.
Dokter anak sekaligus ibu, dr Leonirma, mengingatkan agar tas siaga bencana dibuat realistis, ringkas, dan mudah digendong. Sebab, saat evakuasi, orang tua kemungkinan harus membawa tas sekaligus menggendong anak.
“Sebagai dokter anak dan Ibu, menurutku tas siaga bencana itu penting, tapi harus realistis, ringkas dan gampang digendong. Soalnya pada saat bencana terjadi, kemungkinan besar kita akan evakuasi sambil gendong anak kita (terutama bayi dan balita),” tulis dr Leonirma dalam utas di akun Threads, dikutip Kamis (10/9/2026).
1. Tas Ransel Jadi Pilihan Saat Evakuasi
dr Leonirma menyarankan TSB menggunakan tas berbentuk ransel agar kedua tangan orang tua tetap bebas untuk memegang atau menggendong anak.
Isi tas juga harus dibatasi pada barang-barang yang benar-benar dibutuhkan. Menurutnya, tas yang terlalu penuh justru berpotensi tidak dibawa ketika evakuasi.
“Inget tas ini dipake sambil gendong anak, bukan dijinjing santai. Kalo isinya kebanyakan, yang ada malah ga bakal dibawa. Esensial dan ringkas jauh lebih berguna daripada lengkap tapi berat,” katanya.
Untuk dokumen identitas dan perlengkapan medis dasar, orang tua disarankan menyimpannya dalam kantong plastik kedap air.
Dokumen yang disiapkan antara lain fotokopi Kartu Identitas Anak (KIA) atau rekam imunisasi, KTP dan kartu keluarga (KK) orang tua, data diri dalam USB, daftar kontak darurat, serta foto terbaru anak.
Untuk pertolongan pertama, orang tua dapat menyiapkan parasetamol dengan dosis sesuai berat badan anak, oralit, obat rutin anak beserta catatan dosis dan riwayat alergi.
Perlengkapan lain meliputi kasa, plester, antiseptik non-alkohol, gunting kecil, dan termometer.
2. Popok hingga MPASI, Ini yang Perlu Dibawa
Kebutuhan bayi dan balita perlu disesuaikan dengan usia serta kondisi anak.
Perlengkapan sanitasi dan pakaian dapat berupa popok untuk kebutuhan dua hari, tisu basah dan kering, hand sanitizer, krim penghangat, lotion ukuran kecil, sabun bayi, kantong plastik kecil, dua set baju ganti, jaket tipis, kaos kaki, selimut, dan masker anak.
Dari sisi nutrisi dan kenyamanan, orang tua dapat membawa susu formula sachet dan dot cadangan bagi anak non-ASI.
Selain itu, bubur MPASI instan sesuai usia dan tekstur anak, biskuit, serta satu mainan favorit juga dapat disiapkan untuk membantu menjaga ketenangan emosional anak.
3.Kebutuhan Orang Tua Jangan Sampai Terlupa
Orang tua juga perlu membawa kebutuhan pribadi agar tetap dapat menjalankan proses evakuasi dengan baik.
Beberapa di antaranya obat rutin pribadi, dua set baju ganti, jas hujan tipis, pembalut atau pantyliner, masker, hand sanitizer, air minum, serta camilan tahan lama.
Peralatan pendukung yang dapat dimasukkan ke dalam tas antara lain senter kecil beserta baterai cadangan, power bank, dan uang tunai pecahan kecil.
Pemilihan barang tetap harus mempertimbangkan kapasitas tas dan kemampuan orang tua membawanya saat menggendong anak.
dr Leonirma juga mengingatkan orang tua untuk mengevaluasi isi TSB secara berkala. Perubahan kebutuhan anak seiring pertumbuhan perlu diperhatikan agar isi tas tetap sesuai dan dapat digunakan ketika kondisi darurat terjadi.
“Jangan lupa selalu cek tanggal kadaluarsa obat dan sufor tiap enam bulan dan sesuain ukuran popok ada baju seiring anak tumbuh,” ujarnya.
