KORAN MANDALA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk melindungi sumber air dan bahan makanan dari paparan abu vulkanik. Air, buah, maupun sayuran yang terpapar abu perlu mendapat perhatian untuk mencegah risiko gangguan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat R. Vini Adiani Dewi mengatakan sumber air dan makanan harus dilindungi dari paparan abu vulkanik.
“Untuk air, tutup sumur terbuka dan tandon. Jangan menggunakan air yang secara nyata tercemar abu sebelum dilakukan penilaian,” Ujar Vini saat dihubungi Selasa (08/09/2026)
Menurutnya, apabila sumber air telah terkontaminasi abu, masyarakat sebaiknya melakukan pemeriksaan kualitas air sesuai dengan kondisi di wilayah masing-masing.
Selain air, masyarakat juga diminta berhati-hati dalam mengonsumsi buah dan sayuran yang terkena abu vulkanik. Bahan pangan tersebut tidak dianjurkan untuk langsung dikonsumsi setelah terpapar abu.
“Untuk sayur dan buah, jangan dikonsumsi langsung apabila terkena abu. Cuci dengan air bersih yang aman sebelum dikonsumsi,” katanya.
Vini menambahkan, makanan yang telah terkontaminasi abu cukup berat dan sulit dibersihkan sebaiknya tidak dikonsumsi. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik melalui makanan maupun air.
“Pedoman kesehatan juga menganjurkan agar sumber air ditutup dan makanan, buah serta sayuran dicuci bersih setelah paparan abu vulkanik,” tuturnya.
Dinkes Jabar mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan air serta bahan makanan yang dikonsumsi dalam kondisi aman selama terjadi paparan abu vulkanik.
