ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Risiko utama yang perlu diperhatikan yakni infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan iritasi saluran pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat R. Vini Adiani Dewi mengatakan, paparan abu vulkanik dapat menimbulkan sejumlah keluhan, mulai dari batuk, tenggorokan terasa gatal, pilek, sesak hingga rasa berat di dada.
“Yang paling perlu diwaspadai adalah ISPA dan iritasi saluran pernapasan, terutama batuk, tenggorokan terasa gatal, pilek, sesak atau rasa berat di dada,” ujar Vini. Selasa (08/9/2026)
ADVERTISEMENT
Menurutnya, kelompok masyarakat yang memiliki penyakit tertentu seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) perlu mendapat perhatian lebih. Abu vulkanik dapat menjadi pencetus kekambuhan maupun memperberat gejala yang dialami penderita.
“Pada penderita asma dan PPOK, abu vulkanik dapat menjadi pencetus kekambuhan atau memperberat gejala. Pada paparan yang berat, terutama pada kelompok rentan, dapat terjadi gangguan pernapasan yang lebih serius termasuk pneumonia,” katanya.
Selain gangguan pernapasan, paparan abu vulkanik juga dapat menyebabkan iritasi pada mata serta gangguan kulit. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turut mengingatkan bahwa paparan abu vulkanik dengan intensitas tinggi berisiko menimbulkan ISPA, iritasi mata dan gangguan kulit.
Vini mengatakan, pemantauan dampak kesehatan yang dilakukan Dinkes Jabar tidak hanya berfokus pada jumlah kasus ISPA. Sejumlah gangguan kesehatan lainnya juga menjadi perhatian.
“Tidak hanya melihat kasus ISPA. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat saat ini memantau gangguan pernapasan, asma/PPOK, iritasi mata, gangguan kulit, cedera dan dampak kesehatan lainnya,” tuturnya.
Untuk mengatasi mata yang terkena paparan abu, masyarakat diimbau tidak menguceknya. Mata dapat dibilas menggunakan air bersih mengalir atau cairan yang sesuai.
Apabila tersedia, masyarakat juga dapat menggunakan obat tetes mata sesuai anjuran tenaga kesehatan. Namun, jika mengalami nyeri hebat, mata merah berat atau gangguan penglihatan, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan.
Sementara untuk kulit yang terkena abu vulkanik, masyarakat dianjurkan segera membersihkan tubuh menggunakan air bersih dan mengganti pakaian yang telah terpapar.
Masyarakat juga diminta tidak menggosok kulit terlalu keras. Jika muncul kemerahan berat, luka, bengkak atau reaksi alergi, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan perlu segera dilakukan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






