KORAN MANDALA – Popularitas Green Canyon sebagai destinasi wisata mancanegara turut membawa dampak bagi perekonomian masyarakat sekitar. Kehadiran wisatawan dari berbagai negara membuka peluang bagi warga untuk mengembangkan UMKM sekaligus bekerja di sektor pariwisata.
Pemandu wisata Green Canyon, Wandi, mengatakan keberadaan destinasi wisata tersebut telah memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Sejumlah warung dan usaha kecil bermunculan seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.
“Alhamdulillah ada wisata Green Canyon di sini, mengangkat UMKM masyarakat di sini terutama dari segi ekonomi ya. Alhamdulillah UMKM juga banyak, kayak warung-warung.” ujar Wandi. Minggu (6/9/2026)
Selain membuka peluang usaha, perkembangan Green Canyon juga melahirkan profesi baru bagi masyarakat lokal, salah satunya sebagai pemandu wisata atau tour leader.
“Alhamdulilah profresi baru disini juga ada dari para pekerja Tour Guide salah satu pemandu wisatawan di Grenn Canyon ini” ungkapnya
Wandi menuturkan, pekerjaan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi warga untuk belajar berkomunikasi menggunakan bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Hal itu dinilai penting karena Green Canyon banyak dikunjungi wisatawan dari luar negeri.
” Kami para Tour guide juga sambil belajar berbahasa Inggris, karena kan para wisatawan ada dari luar negeri ada juga yang lokal,” katanya.
Menurut Wandi, wisatawan mancanegara yang datang ke Green Canyon berasal dari berbagai negara. “Ada yang dari Eropa, Australia, kayak dari Jepang, Korea.” ujarnya.
Meningkatnya jumlah wisatawan asing membuat kemampuan berbahasa menjadi tantangan baru bagi masyarakat yang bekerja di sektor pariwisata. Warga dituntut mampu menyesuaikan diri agar dapat memberikan pelayanan sekaligus berkomunikasi dengan wisatawan.
“Ya, belajar bahasa. Karena di sini juga semakin banyak orang luar negeri, otomatis kita di sini harus menyesuaikan,” tutur Wandi.
Wandi menambahkan, kelestarian alam menjadi salah satu hal yang perlu tetap dijaga seiring berkembangnya pariwisata Green Canyon. Dengan demikian, daya tarik wisata sekaligus sumber penghidupan masyarakat dapat terus dipertahankan.
