KORAN MANDALA – Bagi petani, panen melimpah tak selalu menjamin keuntungan karena harga anjlok dan hasil sulit terserap pasar.
Kondisi tersebut coba dijawab Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Gerakan Pangan Murah dalam rangkaian Gempungan yang digelar di Arena Buruan Urang Lembur, Desa Cijunti, Kecamatan Campaka.
Program ini tidak hanya menghadirkan bahan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang pemasaran yang lebih pasti bagi petani lokal.
Berbagai komoditas hasil bumi yang dipanen warga mendapat perhatian langsung dari Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein. Ia memborong seluruh hasil panen untuk kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Gerakan Pangan Murah tidak sekadar menjadi agenda seremonial atau operasi pasar sesaat. Program ini juga menjadi jembatan yang mempertemukan kepentingan petani sebagai produsen dengan masyarakat sebagai konsumen.
Di satu sisi, petani mendapatkan kepastian hasil panennya terserap tanpa harus bergantung pada tengkulak atau menghadapi risiko harga jual rendah. Di sisi lain, masyarakat, khususnya keluarga dengan daya beli terbatas, dapat memperoleh bahan pangan segar dengan harga terjangkau, bahkan secara gratis.
Suasana di stan pertanian pun dipadati ratusan warga, mayoritas ibu rumah tangga. Mereka antusias mendatangi lokasi pembagian sayuran dan hasil palawija.
Antusiasme tersebut menjadi gambaran bahwa akses terhadap pangan murah masih menjadi kebutuhan yang dirasakan masyarakat.
“Om Zein gratiskan hasil pertanian para petani Purwakarta saat Gerakan Pangan Murah ini,” ujar Om Zein di hadapan warga yang langsung disambut tepuk tangan dan sorak kegembiraan.
Di balik kegiatan tersebut, pemerintah berupaya memastikan roda ekonomi desa terus bergerak. Ketika hasil panen terserap dengan baik, petani memiliki modal untuk kembali menanam dan menjaga keberlanjutan produksi.
Sementara masyarakat mendapatkan manfaat berupa akses pangan yang lebih mudah dan terjangkau.
Melalui pendekatan tersebut, Gerakan Pangan Murah tidak hanya menjadi solusi jangka pendek menghadapi fluktuasi harga pangan, tetapi juga bagian dari upaya membangun ketahanan pangan daerah dengan melibatkan petani lokal sebagai penggerak ekonomi pedesaan.
