ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA –Area Keraton Kasepuhan Cirebon dipadati ribuan warga dan wisatawan pada Rabu (26/8/2026) malam. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung prosesi Panjang Jimat, puncaknya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus simbol bertemunya pilar spiritualitas Islam dengan warisan kebudayaan Nusantara.
Suasana sakral berpadu riuh saat peserta prosesi dan kerabat keraton yang mengenakan busana adat khas Cirebon mulai melangkah melintasi kerumunan pengunjung. Tradisi yang juga dikenal sebagai Pelal ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan medium syiar Islam yang kaya akan nilai filosofis kehidupan leluhur.
Perwakilan pihak keraton, Sudrajat (50), menjelaskan bahwa keberlanjutan tradisi Panjang Jimat merupakan komitmen Keraton Kasepuhan dalam merawat identitas dan memperkenalkannya kepada khalayak luas.
ADVERTISEMENT
DPRD Bandung Soroti Masih ada Warga yang Belum Terjangkau Layanan Kesehatan
”Di dalam Panjang Jimat ada nilai keagamaan sekaligus kebudayaan yang diwariskan lintas generasi. Ini menjadi sarana masyarakat untuk mengenal lebih dekat akar sejarah dan adat Cirebon,” ujar Sudrajat di sela prosesi.
Daya tarik tradisi berusia ratusan tahun ini nyatanya tak hanya memikat kalangan sesepuh, tetapi juga generasi muda. Osin (28), salah satu pengunjung lokal, mengaku antusias menyaksikan deretan simbol dan tahapan adat yang ditunjukkan dalam prosesi tersebut.
”Penasaran ingin melihat langsung. Suasananya khidmat tetapi meriah, luar biasa karena tradisi serajin ini masih dipertahankan utuh sampai sekarang,” kata Osin.
Rangkaian Panjang Jimat mengombinasikan iring-iringan piring antik dan perlengkapan adat yang sarat makna simbolis dakwah. Tingginya antusiasme masyarakat malam itu mempertegas bahwa di tengah arus modernisasi, ruang kebudayaan dan nilai-nilai keagamaan di Cirebon dapat terus berjalan berdampingan secara harmonis.(Wistia Adi Nurahman/MG)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






