ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA – Dinas Kesehatan Jawa Barat mencatat sekitar 1,4 juta kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang Januari hingga Juli 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 743 ribu kasus terjadi pada kelompok anak.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi, mengatakan angka tersebut justru menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Kalau kita malah 2025 lebih tinggi, hampir di angka 3 jutaan. Nah sekarang itu sekitar 1,4 juta. Ya, di mana yang 1,4 juta ini dari Januari sampai Juli,” Ujar Vini Senin (24/8/2026)
Menurutnya, ISPA dapat menyerang semua kelompok usia karena sebagian besar disebabkan oleh virus. Namun, kelompok anak-anak, khususnya balita, menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih.
“Kelompok rentan. Anak-anak ada di 743.000. Kalau data yang masuk ke saya ya, dari Januari sampai Juli,” ujarnya.
Vini menjelaskan, anak yang masuk dalam data tersebut merupakan kelompok usia balita, yakni 0 hingga 59 bulan. Dengan demikian, sekitar separuh dari kasus ISPA yang tercatat berada pada kelompok anak.
“Jadi anak lebih mendominasi. Nah, makanya ASI eksklusif harus, makan bergizi harus, imunisasi harus, ya. Karena anak itu kan rentan ya terhadap penularan ISPA,” katanya.
Vini menuturkan, pencegahan ISPA tidak hanya bergantung pada kondisi individu, tetapi juga dipengaruhi lingkungan dan pola hidup masyarakat.
“Dari mulai tadi imunisasi, gizi yang baik ya, termasuk ventilasi rumah, termasuk kebiasaannya, PHBS-nya,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker serta menghindari paparan asap rokok di dalam rumah maupun ruangan.
“Kalau kita sebetulnya semua masyarakat paham ya, melakukan imunisasi, melakukan cuci tangan pakai sabun, melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, ventilasi udara juga diperhatikan, tidak boleh merokok di dalam rumah atau di ruangan, nah tentu baru hal itu bisa kita menurunkan infeksi saluran pernapasan akut,” tuturnya.
Menurut Vini, sebagian besar ISPA dapat sembuh dengan sendirinya, terutama pada masyarakat dengan daya tahan tubuh yang baik. Namun, perhatian khusus tetap diperlukan terhadap kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






