ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Hampir dua pekan setelah Sumarna, petugas keamanan di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, ditemukan meninggal dunia, kasus tersebut masih menyisakan tanda tanya. Hingga kini, penyebab pasti kematian dan pihak yang bertanggung jawab belum terungkap.
Sumarna ditemukan tewas dalam kondisi tangan terborgol dengan tubuh berada di perairan Waduk Jatiluhur. Keluarga korban masih menunggu perkembangan penyelidikan dari kepolisian.
Di tengah proses penyelidikan, warga di lingkungan tempat tinggal Sumarna juga masih mempertanyakan peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
5 Rekomendasi Toko Olahraga di Bandung, Lengkap dari Sepatu hingga Perlengkapan Olahraga
Ketua RW 07 Kampung Kembang Kuning, Dadang, mengaku masih bingung dengan kasus tersebut. Pasalnya, ia sempat bertemu dengan Sumarna beberapa hari sebelum kejadian dan tidak melihat adanya tanda-tanda persoalan serius yang tengah dihadapi korban.
Menurut Dadang, dalam pertemuan tersebut Sumarna hanya sempat bercerita bahwa dirinya pernah menegur seseorang. Teguran itu, kata Dadang, disampaikan secara baik-baik dan korban tidak pernah menceritakan adanya konflik atau perselisihan.
“Saya yakin kejadian ini bukan berkaitan dengan vandalisme. Saya sempat bertemu almarhum pada Kamis sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu beliau hanya mengatakan pernah menegur seseorang dengan cara baik-baik, tidak pernah menyampaikan ada konflik,” ujar Dadang.
Keterangan tersebut belum menjelaskan secara pasti apa yang terjadi sebelum Sumarna ditemukan meninggal dunia. Terlebih, korban ditemukan dalam kondisi tangan terborgol dan tubuh berada di perairan waduk.
Sebelumnya, sempat muncul dugaan bahwa kematian Sumarna berkaitan dengan aktivitas sekelompok orang yang diduga meresahkan di sekitar kawasan waduk. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan memiliki kaitan langsung dengan kematian korban.
Sementara itu, keluarga Sumarna telah memberikan keterangan kepada penyidik. Istri korban, Siti Maryam, mengatakan sedikitnya tiga anggota keluarganya telah menjalani pemeriksaan untuk membantu proses penyelidikan.
Siti menjadi salah satu anggota keluarga yang diperiksa. Ia mengaku telah menjalani pemeriksaan lebih dari dua kali.
“Saya sudah diperiksa lebih dari dua kali,” kata Siti.
Meski telah memberikan keterangan kepada polisi, Siti mengaku belum mengetahui perkembangan terbaru kasus yang menewaskan suaminya. Keluarga masih menunggu informasi resmi dari kepolisian mengenai hasil penyelidikan dan langkah hukum selanjutnya.
Keluarga berharap kasus tersebut segera menemukan titik terang dan pihak yang bertanggung jawab dapat ditangkap serta diproses sesuai hukum.
“Harapan saya bersama keluarga, semoga kasus ini segera terungkap dan pelakunya dapat ditangkap oleh pihak kepolisian,” ujar Siti.
Hampir dua pekan setelah kepergian Sumarna, keluarga berusaha menjalani aktivitas seperti biasa sembari menunggu perkembangan penyelidikan. Kedua anak korban, Gerald Surya Pratama (17) dan Syakila Ratu Calista (9), disebut dalam kondisi sehat.
Namun, Siti mengaku kondisi kesehatannya sedikit terganggu karena terus memikirkan kasus yang menimpa suaminya.
“Alhamdulillah, anak-anak sehat. Cuma saya agak kurang sehat karena terus kepikiran,” ucap Siti.
Dadang juga masih menunggu kejelasan mengenai kasus tersebut. Pertemuannya dengan Sumarna sebelum kejadian, menurut dia, tidak menunjukkan adanya konflik yang dapat menjelaskan peristiwa yang kemudian menimpa korban.
Hingga kini, penyebab pasti kematian Sumarna, rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan, serta pihak yang bertanggung jawab masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
Keluarga berharap penyelidikan dapat segera mengungkap fakta di balik kematian Sumarna sehingga mereka memperoleh kepastian dan proses hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat dilakukan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






