ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –DPRD Kabupaten Garut menggelar rapat paripurna dalam rangka mengikuti Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (14/8/2026).
Rapat paripurna tersebut dihadiri Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Wakil Bupati Garut Putri Karlina, Ketua DPRD Kabupaten Garut Aris Munandar, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Garut, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana, serta sejumlah tamu undangan.
ADVERTISEMENT
5 Rekomendasi Toko Olahraga di Bandung, Lengkap dari Sepatu hingga Perlengkapan Olahraga
Dalam pidato kenegaraan, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah kebijakan transformatif yang telah dijalankan pemerintah sejak dirinya dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia. Pemerintah mencatat sebanyak 121 kebijakan transformatif telah dijalankan dalam 663 hari pemerintahan.
Sejumlah program yang disampaikan Presiden antara lain pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih, operasional 10.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis, perbaikan 71.744 sekolah pada 2026, serta perluasan layanan Cek Kesehatan Gratis yang telah menjangkau 108 juta orang.
Menanggapi pidato tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Garut Aris Munandar menegaskan bahwa momentum kemerdekaan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Alhamdulillah telah kita dengarkan dan kita ikuti bersama Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Apa yang telah kita dengarkan bersama tidak berhenti sebagai sebuah pidato yang kita simak hari ini,” kata Aris.
Ia mengajak seluruh pihak menjadikan pidato kenegaraan sebagai bahan evaluasi sekaligus pengingat atas tanggung jawab dalam melanjutkan pembangunan bangsa.
“Mari kita jadikan sebagai bahan renungan, sumber inspirasi, sekaligus pengingat akan tanggung jawab kita dalam melanjutkan perjalanan bangsa. Sebab kemerdekaan tidak berhenti pada proklamasi, kemerdekaan terus hidup dalam setiap kerja keras rakyat,” ujarnya.
Aris menegaskan, semangat kemerdekaan harus tercermin dalam kebijakan dan pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan serta mewujudkan keadilan bagi masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembangunan tidak hanya menghasilkan capaian administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.
Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Garut dan DPRD Kabupaten Garut berkomitmen memperkuat sinergi dalam mengawal pembangunan daerah agar manfaat kemerdekaan semakin dirasakan masyarakat.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






