ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Polisi langsung mendatangi lokasi dugaan aksi begal di ruas jalan menuju Citalang dari arah Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, setelah seorang pengendara dilaporkan menjadi korban.
Penyidik Satreskrim Polres Purwakarta melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kawasan belokan dekat irigasi yang diduga menjadi lokasi korban dihadang dua orang berboncengan.
Petugas memeriksa kondisi sekitar lokasi untuk mencari petunjuk sekaligus mencocokkan keterangan korban dengan situasi di lapangan.
Peristiwa tersebut dialami Seghara saat dalam perjalanan pulang dari arah Pasawahan menuju Citalang. Saat melintas menjelang malam, ia mengaku dihentikan dua orang yang menggunakan satu sepeda motor.
Kedua orang tersebut diduga berusaha mengambil sepeda motor korban. Seghara kemudian berusaha mempertahankan kendaraannya hingga salah seorang terduga pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis celurit.
Korban yang berada dalam situasi terdesak kemudian berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut membuat warga sekitar berdatangan hingga kedua terduga pelaku gagal membawa kabur sepeda motor dan memilih melarikan diri.
Meski sepeda motor berhasil diselamatkan, uang tunai sekitar Rp500 ribu milik Seghara diduga sempat dibawa kabur. Sementara telepon genggam dan dompet korban disebut tidak ikut diambil.
Setelah menerima laporan, polisi bergerak dengan mendatangi lokasi kejadian. Selain melakukan pemeriksaan TKP, petugas juga mengumpulkan keterangan dari korban dan warga yang mengetahui peristiwa tersebut.
“Kami sudah mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan TKP. Saat ini penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap identitas dan keberadaan para terduga pelaku,” ujar penyidik Satreskrim Polres Purwakarta.
Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk dugaan penggunaan senjata tajam saat korban berusaha mempertahankan sepeda motornya. Kondisi lokasi juga diperiksa untuk mencari petunjuk yang dapat membantu mengungkap kasus tersebut.
Bagi warga sekitar, kejadian ini menjadi perhatian karena jalur tersebut masih menjadi akses yang cukup banyak digunakan masyarakat. Pengendara dari arah Pasawahan maupun Citalang masih kerap melintas, termasuk saat sore hingga malam hari.
Kondisi jalan yang mulai sepi pada waktu tertentu membuat warga berharap pengamanan di kawasan tersebut lebih diperhatikan. Mereka meminta adanya patroli atau pemantauan pada jam-jam yang dianggap rawan agar masyarakat tidak khawatir ketika harus melintas.
Warga juga mengingatkan para pengendara untuk tetap berhati-hati dan tidak lengah ketika melewati jalur tersebut, terutama saat kondisi mulai gelap.
“Kalau lewat sini tetap harus hati-hati, apalagi sudah sore. Banyak masyarakat yang masih lalu-lalang, jadi jangan sampai lengah. Mudah-mudahan ada patroli atau pengamanan lebih supaya warga merasa aman,” ujar Dimas saat ditemui Senin (10/8/2026)
Bagi masyarakat, keamanan jalur bukan hanya diperlukan setelah adanya kejadian. Pengawasan dan pencegahan sejak awal dinilai penting agar akses yang digunakan warga setiap hari tetap nyaman dan aman hingga malam.
Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dua orang yang diduga terlibat. Olah TKP dan pengumpulan keterangan menjadi langkah awal kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut sekaligus menjaga keamanan masyarakat di sekitar lokasi.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






