ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung Andri Gunawan mengusulkan Pemkot Bandung menyewa sementara lahan SDN 026 Bojongloa sebagai solusi atas sengketa yang terjadi.
Usulan tersebut disampaikan menyusul penggembokan gerbang SDN 026 Bojongloa oleh pihak ahli waris pada Kamis (6/8/2026) pagi.
Andri mengatakan dirinya semula berencana meninjau langsung ke lokasi. Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah mengetahui Disdik telah lebih dulu melakukan mediasi dan menyiapkan skema relokasi siswa ke sekolah terdekat.
”Tadinya saya berencana datang langsung ke lokasi hari ini. Namun, tadi sudah dilakukan mediasi oleh Dinas Pendidikan. Dari hasil mediasi itu disampaikan bahwa siswa akan direlokasi ke beberapa sekolah terdekat,” kata Andri Saat dihubungi Koran Mandala Kamis, (6/8/2026)
Meski demikian, ia menilai relokasi sebaiknya menjadi pilihan terakhir. Menurutnya, Pemkot Bandung perlu mengupayakan kesepakatan dengan pemilik lahan agar sekolah tetap dapat digunakan sementara waktu.
“Saran saya, Dinas Pendidikan sebaiknya bermusyawarah dengan pemilik lahan. Apakah lahannya bisa disewa terlebih dahulu sampai pembangunan sekolah baru di lokasi tersebut selesai,” ujarnya.
Andri menjelaskan, penutupan sekolah tidak dapat dihindari karena Pemkot Bandung telah kalah dalam gugatan sengketa lahan.
”Sekolah itu harus ditutup karena Pemerintah Kota kalah dalam gugatan. Memang Pemkot sudah membangun sekolah baru tapi itu kan masih proses,” katanya.
Ia menegaskan, penyelesaian persoalan tersebut jangan sampai berdampak pada hak siswa untuk memperoleh pendidikan.
“Saya menghimbau jangan sampai ada siswa yang menjadi korban. Pemerintah Kota sebaiknya berbicara dengan pemilik lahan agar lahan tersebut bisa disewa sementara sampai pembangunan sekolah baru selesai,” ucapnya.
Menurut Andri, relokasi siswa berpotensi menambah beban bagi anak-anak karena harus menempuh jarak yang lebih jauh menuju sekolah.
”Kalau siswa direlokasi ke sekolah lain, saya khawatir jaraknya menjadi lebih jauh dari tempat tinggal mereka. Ini kan anak-anak SD, ada yang berjalan kaki dan ada yang diantar orang tuanya, sehingga tentu akan lebih memberatkan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat Disdik Kota Bandung yang langsung turun ke lapangan setelah menerima laporan penggembokan sekolah.
“Kalau Disdik saya lihat sudah bergerak dengan baik. Sekretaris Dinas sudah datang langsung ke lokasi. Saya juga sempat menelepon beliau, dan alhamdulillah gembok sekolah sudah dibuka setelah ada musyawarah antara Dinas Pendidikan dan pemilik tanah,” ujarnya.
Andri berharap hasil musyawarah dapat berujung pada kesepakatan penyewaan lahan hingga sekolah pengganti selesai dibangun.
”Harapan saya, setelah musyawarah dilakukan, lahannya bisa disewa terlebih dahulu,” katanya.
Namun, apabila kesepakatan tidak tercapai, Andri menilai relokasi siswa ke sekolah terdekat tetap harus dilakukan.
”Kalau memang tidak ada ruang negosiasi sama sekali, terpaksa siswa harus direlokasi ke SD yang jaraknya paling dekat dengan sekolah tersebut,” ujarnya.
Terkait pembiayaan sewa lahan, Andri menilai Pemkot harus menyiapkan anggaran karena kondisi tersebut bersifat darurat.
“Ini kondisi darurat. Saya kira Pemerintah Kota harus menyiapkan anggarannya. Dalam situasi seperti ini, penyediaan anggaran menjadi hal yang wajib,” katanya.
Ia menambahkan, DPRD Kota Bandung siap mendukung langkah Pemkot apabila penyewaan lahan dapat direalisasikan demi kepentingan para siswa.
”Kalau lahan itu akhirnya bisa disewa, kami di DPRD tentu mendukung langkah apa pun yang diambil Pemerintah Kota selama itu demi kebaikan para siswa,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






