ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Pemerintah Kabupaten Garut kembali memberangkatkan delapan siswa ke Program Sekolah Rakyat jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) pada Selasa (4/8/2026).
Program unggulan Presiden Prabowo tersebut ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem guna menekan angka putus sekolah.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, dr. Marlinda Siti Hana, mengatakan delapan siswa yang diberangkatkan merupakan gelombang kedua dari total kuota 30 siswa yang diterima Kabupaten Garut pada tahun ajaran 2026/2027.
ADVERTISEMENT
LIBAS Soroti Maraknya Tambang Galian C di Garut, Dorong Evaluasi Perizinan
“Keberangkatan kedua ini berjumlah delapan orang untuk jenjang SMA. Mereka berasal dari beberapa kecamatan, seperti Banjarwangi, Banyuresmi, Garut Kota, Cisurupan, Cidatar, dan Leles,” ujar Marlinda, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, Dinas Sosial memfasilitasi seluruh proses keberangkatan para siswa hingga tiba di lokasi Sekolah Rakyat di Soreang.
“Saat ini Dinsos memfasilitasi keberangkatan adik-adik kita yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA di Sekolah Rakyat Soreang. Setelah mereka tiba di sana, seluruh proses pendidikan akan menjadi tanggung jawab pengelola Sekolah Rakyat,” katanya.
Sebagai bentuk perhatian terhadap para peserta didik, Marlinda berencana mengunjungi siswa sekitar satu bulan setelah mereka mulai menjalani pendidikan. Kunjungan tersebut juga akan melibatkan orang tua siswa yang difasilitasi oleh Dinas Sosial.
“Kami berencana sekitar satu bulan ke depan mengadakan kunjungan bersama orang tua. Kami ingin memastikan anak-anak dalam kondisi baik dan dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah,” ujarnya.
Marlinda juga mengungkapkan Kabupaten Garut menjadi salah satu daerah yang diprioritaskan oleh Kementerian Sosial untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Apabila pembangunan terealisasi, kapasitas sekolah diproyeksikan mampu menampung hingga 2.000 siswa.
“Informasi terakhir yang kami terima dari Kementerian Sosial, Garut diprioritaskan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Jika terwujud, kapasitasnya diperkirakan mencapai sekitar 2.000 siswa sehingga siswa SD, SMP, hingga SMA nantinya dapat belajar di Garut,” jelasnya.
Sementara itu, untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Dinas Sosial masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait rencana pemindahan lokasi belajar ke Garut.
“Sebelumnya ada rencana siswa SD dan SMP melanjutkan pendidikan di eks BLK Garut. Namun hingga kini kami masih menunggu surat resmi dari Sekretariat Jenderal. Selama belum ada keputusan, mereka tetap mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat Sumedang,” katanya.
Marlinda berharap kuota Program Sekolah Rakyat untuk Kabupaten Garut dapat ditambah pada tahun mendatang agar lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan.
“Kami berharap tahun depan kuota untuk Garut bisa bertambah. Semakin banyak anak yang mendapat kesempatan mengikuti program ini, semakin besar pula peluang mereka untuk melanjutkan pendidikan. Kami juga akan terus mendampingi mereka, termasuk memfasilitasi kunjungan orang tua agar perkembangan anak-anak dapat terus dipantau,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






