ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Kreativitas warga Gang Banteng RT 05 RW 06, Kelurahan Cicadas, Kota Bandung, berhasil menyedot perhatian masyarakat melalui wahana Desa Hantu yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dibuka untuk umum pada Minggu (2/8/2026), gang permukiman tersebut disulap menjadi kawasan wisata bertema horor lengkap dengan dekorasi menyeramkan, tata cahaya, efek suara, hingga pemeran hantu.
Tak hanya menjadi hiburan, kegiatan ini juga menjadi ajang penggalangan dana sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik warga.
ADVERTISEMENT
Jelang Reaktivasi Bandara Husein, Pemkot Bandung Benahi Infrastruktur dan Siapkan Promosi Wisata
Pelaksana kegiatan, Deni (29), mengatakan konsep Desa Hantu dipilih agar menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan rumah hantu pada umumnya.
“Tujuan utamanya untuk merayakan HUT Indonesia. Sekalian jadi kegiatan tahunan supaya anak-anak muda di sini semakin kreatif dan UMKM warga juga ikut berkembang. Makanya kami membuat konsep Desa Hantu, bukan hanya rumah hantu,” ujar Deni.
Ia menjelaskan, persiapan penyelenggaraan hanya berlangsung sekitar dua pekan. Meski waktunya relatif singkat, acara dapat terlaksana berkat kolaborasi Karang Taruna RW 06, warga Gang Banteng, Komunitas Gaban, serta dukungan dari pengurus RT, RW, Kelurahan Cicadas, hingga pihak kecamatan.
“Rumah hantu sudah banyak. Kami mencoba menghadirkan inovasi baru lewat konsep Desa Hantu. Alhamdulillah sekarang semakin dikenal, bahkan pengunjungnya datang dari berbagai daerah,” katanya.
Selain menjadi wahana hiburan, kegiatan tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi warga. Area bazar UMKM yang semula hanya memanfaatkan satu gang kini berkembang hingga mencakup tiga gang. Berbagai stan menjual makanan, minuman, serta aneka produk lokal yang ramai diserbu pengunjung.
Salah seorang pengunjung, Rina (35), mengaku datang bersama keluarganya karena penasaran dengan wahana yang ramai diperbincangkan di media sosial dan lingkungan sekitarnya.
“Seru banget, suasananya berbeda. Gang kampungnya seperti masuk ke dunia horor, tapi tetap ramai dan aman. Setelah keliling Desa Hantu, kami juga bisa sekalian jajan di bazarnya, jadi lengkap,” katanya.
Melalui semangat gotong royong dan kreativitas warga, Gang Banteng be
rhasil disulap menjadi destinasi wisata tematik yang menarik tanpa memerlukan biaya besar.
Selain memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan ini menunjukkan bahwa inovasi berbasis masyarakat dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan perekonomian lokal melalui pemberdayaan UMKM.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






