ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Pusat oleh-oleh kerajinan kulit di kawasan Sukaregang, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, selalu dipadati pengunjung dari berbagai daerah setiap akhir pekan. Kawasan yang dikenal sebagai sentra kerajinan kulit terbesar di Garut ini kini menjadi salah satu destinasi belanja favorit wisatawan.
Selain menawarkan harga yang relatif terjangkau, produk-produk kulit Sukaregang juga dikenal memiliki kualitas yang baik serta mengikuti perkembangan tren mode. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin berburu oleh-oleh maupun produk fesyen berbahan kulit asli.
Berbagai produk tersedia dengan pilihan kualitas dan harga yang beragam. Tas wanita dijual mulai Rp50 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Sandal wanita dibanderol mulai Rp50 ribu hingga Rp250 ribu, sedangkan sandal pria dijual mulai sekitar Rp125 ribu. Untuk sepatu pria, harga dimulai dari Rp250 ribu.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, produk yang menjadi ikon Sukaregang adalah jaket kulit berbahan kulit domba dan kulit sapi. Jaket tersebut dipasarkan mulai dari Rp1,1 juta, tergantung jenis kulit, ukuran, dan modelnya.
Setiap Sabtu dan Minggu, kawasan ini dipenuhi wisatawan yang datang dari berbagai daerah seperti Bandung, Jakarta, Tangerang, Yogyakarta, hingga kota-kota lainnya. Sebagian besar pengunjung datang secara berombongan untuk berwisata sekaligus berbelanja.
Salah seorang pengunjung asal Jakarta, Mirna (55), mengaku bukan kali pertama mengunjungi Sukaregang. Menurutnya, kualitas produk kulit Garut tetap menjadi alasan utama dirinya kembali berbelanja.
“Kerajinan kulit dari Garut ini menurut saya sangat bagus. Saya perhatikan tidak ada yang dicampur dengan kulit sintetis, semuanya murni kulit. Harganya juga relatif sesuai dengan ukuran, model, dan jenis kulitnya. Sekarang para pengrajinnya juga terus berinovasi sehingga pengunjung tidak bosan,” Ujar Mirna, Minggu (2/8/2026).
Ia juga menilai harga yang ditawarkan para pedagang relatif seragam sehingga menciptakan persaingan usaha yang sehat.
“Saya keliling menanyakan harga dengan model yang sama. Ternyata hampir semua pedagang menawarkan harga yang seragam. Kalaupun berbeda, paling sekitar Rp20 ribu. Menurut saya itu masih sangat wajar,” katanya.
Sementara itu, seorang penjaga toko berinisial YS (25) mengatakan penjualan mulai menunjukkan peningkatan setelah sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. Meski demikian, peningkatan tersebut masih didominasi pada akhir pekan dan musim libur.
“Alhamdulillah penjualan sekarang mulai naik lagi, tetapi belum merata setiap hari. Biasanya ramai dari Jumat sampai Minggu atau saat libur panjang. Meski omzet belum meningkat pesat, setidaknya sudah ada perkembangan,” ujarnya.
YS berharap kondisi usaha kerajinan kulit di Garut terus membaik sehingga penjualan dan omzet para pengrajin dapat kembali stabil.
“Harapan saya sama seperti pengusaha lainnya, semoga penjualan segera pulih, omzet kembali stabil, dan wisatawan terus datang ke Sukaregang untuk berbelanja setiap hari,” Pungkasnya
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






