ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan sejumlah arahan kepada keluarga almarhum Sumarna, satpam Waduk Jatiluhur yang meninggal dunia dalam kasus dugaan pembunuhan.
Usai bertemu dengan istri almarhum, Siti Mariam, serta komandan regu (Danru) tempat korban bekerja, Dedi menyarankan agar uang santunan yang diterima keluarga tidak langsung digunakan, melainkan dikelola untuk kebutuhan jangka panjang.
Dedi menilai, penyimpanan dana melalui deposito dapat memberikan manfaat rutin bagi keluarga tanpa mengurangi nilai pokok bantuan yang diterima.
”Saya menyarankan seluruh uang santunan itu didepositokan untuk masa depan keluarga. Jadi uangnya tetap utuh, tetapi bisa memberikan penghasilan setiap bulan,” ujar Dedi melalui
Menurutnya, jika dana tersebut disimpan melalui Bank BJB, keluarga almarhum diperkirakan dapat memperoleh pemasukan bulanan sekitar Rp2 juta dari hasil deposito.
Selain pengelolaan santunan, Dedi memastikan sejumlah kebutuhan keluarga almarhum juga telah ditangani. Salah satunya perbaikan rumah yang sebelumnya menjadi harapan korban semasa hidup.
”Perbaikan rumah sesuai dengan amanat almarhum akan segera diwujudkan. Kemudian seluruh tunggakan kepada pihak ketiga juga sudah dibereskan,” katanya.
Dedi menyebut, keluarga almarhum juga telah menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat sebesar Rp418 juta. Selain itu, kedua anak korban mendapatkan beasiswa serta jaminan dana pensiun seumur hidup senilai Rp400 juta.
”BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat sudah menyerahkan santunan, ditambah beasiswa untuk dua anak dan pensiun seumur hidup bagi keluarga almarhum,” ucapnya.
Tak hanya membantu keluarga korban, Dedi juga berencana memperluas perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal di Jawa Barat.
Menurutnya, perlindungan tersebut perlu diberikan kepada kelompok pekerja yang selama ini memiliki risiko tinggi, seperti pengemudi ojek, buruh tani, tukang becak, sopir angkot, hingga perangkat lingkungan masyarakat.
”Mudah-mudahan ada rezekinya, sehingga lebih banyak pekerja informal di Jawa Barat yang mendapatkan perlindungan,” pungkas Dedi.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






