ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya, menegaskan koperasi harus kembali menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus solusi bagi masyarakat yang membutuhkan akses permodalan.
Di tengah maraknya pinjaman online ilegal dan judi daring, koperasi dinilai memiliki peran strategis dalam melindungi sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Edwin saat menjadi narasumber dalam Seminar Koperasi Muda yang diselenggarakan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bandung di Auditorium Lantai 1 DPRD Kota Bandung, Jumat, 24 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
Rambu Dipasang, Pelanggaran Tetap Terjadi, Pengawasan Parkir di Jalan Seram Bandung Dipertanyakan
Dalam paparannya, Edwin menjelaskan bahwa struktur pendapatan negara hingga kini masih didominasi oleh sektor perpajakan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal perlunya memperkuat sektor-sektor produktif agar pertumbuhan ekonomi nasional lebih kokoh dan tidak hanya bergantung pada penerimaan pajak.
Ia menilai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah membuktikan diri sebagai penyangga utama perekonomian Indonesia saat pandemi COVID-19. Meski demikian, hingga kini banyak pelaku UMKM yang masih kesulitan memperoleh akses pembiayaan sehingga tidak sedikit yang akhirnya memilih pinjaman online dengan risiko yang tinggi.
“Koperasi harus mampu menjadi solusi bagi masyarakat, terutama dalam menyediakan akses pembiayaan yang sehat, mudah, dan berpihak kepada pelaku usaha kecil,” ujar Edwin.
Edwin juga mengingatkan pentingnya meningkatkan literasi keuangan di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital. Menurutnya, masyarakat perlu lebih bijak dalam mengelola keuangan keluarga agar tidak terjebak praktik pinjaman online ilegal maupun judi daring yang dapat memicu persoalan ekonomi dan sosial.
Mengutip pemikiran Mohammad Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia, Edwin menegaskan bahwa koperasi merupakan badan usaha yang dibangun atas semangat gotong royong, kekeluargaan, dan kebersamaan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.
Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk tidak memandang koperasi sebagai model usaha yang ketinggalan zaman. Sebaliknya, koperasi harus dikembangkan menjadi lembaga ekonomi modern yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.
Seminar Koperasi Muda yang digelar KNPI Kota Bandung berlangsung interaktif dan diikuti peserta dari berbagai unsur organisasi kepemudaan serta undangan lainnya. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak generasi muda yang memahami peran strategis koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






