KORANMANDALA.COM –Tombol penyeberangan (pedestrian push button) yang terpasang di lampu lalu lintas kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, dilaporkan tidak berfungsi.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dinilai menyulitkan pejalan kaki untuk menyeberang di salah satu kawasan dengan lalu lintas yang padat.
Pantauan di lokasi pada Jumat (24/7/2026) menunjukkan tombol penyeberangan tidak dapat digunakan. Akibatnya, pejalan kaki harus menunggu arus kendaraan berkurang sebelum menyeberang melalui zebra cross.
DPRD Kota Bandung Dorong Warga Lulusan Pendidikan Kesetaraan Terus Tingkatkan Kompetensi
Sam (55), warga sekitar, mengatakan tombol penyeberangan tersebut telah lama tidak berfungsi.
Menurutnya, kondisi itu membuat pejalan kaki harus lebih berhati-hati, terutama karena masih ada pengendara yang tidak selalu memberikan prioritas kepada penyeberang jalan.
“Udah lama tombolnya nggak jalan. Jadi susah kalau mau nyebrang, apalagi pengendara di sini masih banyak yang kurang disiplin. Kalau berani nyebrang ya harus nunggu kendaraan sepi dulu,” ujar Sam.
Keluhan serupa disampaikan Ayu, seorang wisatawan. Ia menilai fasilitas tersebut penting, terutama bagi wisatawan yang belum terbiasa dengan karakter lalu lintas di Indonesia.
“Sayang banget tombolnya nggak berfungsi. Padahal ini penting buat bantu orang nyebrang. Kasihan juga turis, mereka kan belum tentu terbiasa nyetop kendaraan saat mau nyebrang. Menurut saya tombol ini penting demi keselamatan,” kata Ayu.
Jalan Asia Afrika merupakan salah satu kawasan wisata ikonik di Kota Bandung yang setiap hari dipadati pejalan kaki, wisatawan, dan kendaraan bermotor.
Karena itu, keberadaan fasilitas penyeberangan yang berfungsi optimal dinilai penting untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Sesuai ketentuan Kementerian Perhubungan mengenai fasilitas penyeberangan pejalan kaki, perangkat seperti pelican crossing dan tombol penyeberangan berfungsi memberikan prioritas kepada pejalan kaki pada lokasi dengan intensitas penyeberangan yang tinggi.
Tidak berfungsinya perangkat tersebut dapat mengurangi efektivitas pengaturan penyeberangan dan berpotensi memengaruhi aspek keselamatan pengguna jalan.
Warga berharap instansi terkait segera melakukan perbaikan agar fasilitas penyeberangan di kawasan Jalan Asia Afrika dapat kembali berfungsi dan memberikan perlindungan yang optimal bagi pejalan kaki.
