KORANMANDALA.COM – Sebanyak 677 siswa baru SMKN 12 Garut dinyatakan lulus mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung sejak 15 Juli 2026 itu resmi ditutup pada Selasa (21/7/2026) di lingkungan SMKN 12 Garut.
MPLS tahun ini mengusung tema “Melangkah Cerdas, Berkarya Positif, Berkarakter Waluya” sebagai bagian dari implementasi program MPLS Ramah Panca Waluya yang dicanangkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Melalui program tersebut, siswa baru diharapkan memiliki lima karakter utama, yakni Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer.
Kepala SMKN 12 Garut, Heryatno, mengatakan seluruh peserta yang mengikuti rangkaian MPLS dinyatakan lulus dan siap memasuki proses pembelajaran di sekolah.
Tahun ajaran 2026/2027, SMKN 12 Garut mencatat minat masyarakat yang sangat tinggi. Dari sekitar 2.000 pendaftar, hanya 677 calon siswa yang diterima sesuai daya tampung sekolah.
Dalam prosesi penutupan MPLS, Komite Sekolah KH Apip Saepul Bachri, MM, mewakili orang tua secara simbolis menyerahkan para siswa kepada pihak sekolah untuk dibimbing dan dididik selama menempuh pendidikan di SMKN 12 Garut.
Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia MPLS yang telah membimbing seluruh siswa baru selama masa pengenalan lingkungan sekolah.
“Alhamdulillah seluruh murid yang mengikuti MPLS di SMKN 12 Garut dinyatakan lulus. Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah membimbing anak-anak kami. Kami juga memohon kepada kepala sekolah agar menerima dan mendidik mereka menjadi generasi yang terdidik, berkarakter, memiliki kompetensi, pengetahuan, serta bermanfaat bagi masyarakat di masa depan,” ujar Apip.
Apip berharap pihak sekolah dapat menjalankan amanah yang diberikan orang tua dengan memberikan pendidikan terbaik bagi seluruh peserta didik.
Sementara itu, Kepala SMKN 12 Garut Heryatno menegaskan pihak sekolah siap mengemban kepercayaan yang telah diberikan orang tua melalui komite sekolah.
Menurutnya, berakhirnya MPLS bukan menjadi akhir dari proses pembinaan, melainkan langkah awal bagi para siswa untuk menempuh pendidikan dan mengembangkan kompetensi sesuai bidang keahlian yang dipilih.
“Selesainya MPLS bukan berarti perjuangan telah selesai. Justru ini merupakan awal perjalanan para siswa dalam menimba ilmu, mengembangkan keterampilan, dan membentuk karakter di SMKN 12 Garut. Kami siap melaksanakan amanah dari orang tua untuk mendidik mereka menjadi generasi yang berkualitas,” kata Heryatno.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para siswa mengikuti Aksi Ekologi dengan menanam pohon serta melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah dan area di sekitarnya.
Program MPLS Ramah Panca Waluya bertujuan membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter.
Melalui program tersebut, peserta didik diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang sehat, baik, jujur, cerdas, dan tangguh sebagai bekal menghadapi dunia pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.
