KORANMANDALA.COM – Isu sejumlah sekolah swasta di Kota Bandung sepi peminat setelah berakhirnya Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) belum dapat dipastikan.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menyebut data rinci jumlah peserta didik di setiap sekolah, termasuk sekolah swasta, masih menunggu proses cut off Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Staf Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Disdik Kota Bandung, Haryanto, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum dapat memetakan jumlah peserta didik berdasarkan jalur penerimaan maupun sekolah tujuan. Sebab, data tersebut baru dapat diketahui setelah proses pembaruan data Dapodik selesai.
”untuk nama dan alamat kita belum bisa memilah mana yang daftar mandiri, mana yang daftar jalur A, B, C, D, ada zonasi, ada afirmasi. Itu biasanya ada setelah cut off Dapodik bulan Agustus nanti,” ujar Haryanto saat ditemui di Kantor Disdik Kota Bandung, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, pengelolaan data rinci peserta didik dilakukan oleh tim khusus sehingga pihaknya hanya dapat melihat data secara umum. Untuk memperoleh data yang lebih mendalam, permintaan perlu diajukan kepada bagian yang berwenang.
”Karena kita melihat itu baru hanya secara global, Kalau terkait data mendalam mungkin harus bersurat. Biasanya kaitan Dapodik. Tetapi kalau tidak salah nanti akan muncul di website umum juga sudah bisa kelihatan untuk data-datanya,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, memastikan seluruh daya tampung sekolah negeri di Kota Bandung telah terpenuhi. Setelah dilakukan penyisiran terhadap seluruh sekolah negeri, tidak ditemukan lagi bangku kosong di jenjang TK, SD, maupun SMP.
”Kemarin kita sudah melakukan penyisiran terhadap seluruh jenjang, mulai dari TK, SD hingga SMP. Tidak ada lagi ruang kelas yang kosong. Kondisinya sudah sesuai dengan usulan yang disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” kata Asep, Jumat (17/7/2026).
Asep menjelaskan, Kota Bandung tidak mengalami kekurangan peserta didik seperti yang terjadi di sejumlah daerah lain. Justru tingginya minat masyarakat untuk masuk sekolah negeri membuat seluruh kuota langsung terpenuhi.
”Kalau di Bandung bukan kekurangan siswa. Justru banyak masyarakat yang ingin masuk ke sekolah negeri” ujarnya.
Tahun ajaran 2026, sekolah dasar negeri di Kota Bandung menerima sekitar 22 ribu peserta didik, sedangkan SMP negeri menampung sekitar 19 ribu peserta didik.
Sementara itu, peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri sebagian besar melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta. Berdasarkan pemantauan Disdik, jumlah siswa baru di sekolah swasta justru mengalami peningkatan.
”Sebenarnya bukan tidak masuk, tetapi daya tampung negeri sudah penuh. Sebagian besar yang tidak tertampung masuk ke sekolah swasta,” jelas Asep.
Disdik memperkirakan sekitar 10 ribu hingga 12 ribu peserta didik, baik pada jenjang SD maupun SMP, akhirnya bersekolah di sekolah swasta pada tahun ajaran baru ini. Karena itu, isu mengenai sekolah swasta yang sepi peminat masih belum dapat disimpulkan sebelum data final Dapodik diterbitkan dan dapat menunjukkan kondisi masing-masing sekolah secara rinci.

Sambutan Hangat Iringi Hari Pertama Sekolah di SDN 113 Banjarsari
Dapatkan berita informasi seputar kota Bandung dan berita terbaru menarik lainnya di Google News. Ikuti Media Sosial KORAN MANDALA untuk update berita pilihan dan breaking news setiap hari.