KORANMANDALA.COM – Keberhasilan program pemasangan dan perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) tidak cukup dinilai dari banyaknya lampu yang terpasang. Yang lebih penting, kebijakan tersebut harus mampu menekan angka kejahatan dan meningkatkan rasa aman masyarakat.
Pengamat kebijakan publik Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, mengatakan evaluasi program PJU perlu dilakukan dengan indikator yang jelas dan terukur.
”Evaluasi keberhasilan tidak cukup diukur dari jumlah PJU yang dipasang. Keberhasilannya harus dilihat dari penurunan kasus begal di titik rawan, respons aparat yang lebih cepat, meningkatnya rasa aman masyarakat, patroli terpadu yang lebih baik, serta pemanfaatan CCTV dan sistem pemantauan berbasis teknologi,” kata Kristian. Senin (20/7/2026)
Menurutnya, pemerintah juga perlu menggunakan evaluasi berbasis data agar dapat mengetahui apakah pemasangan PJU benar-benar berdampak terhadap penurunan kejahatan.
“Evaluasi perlu menggunakan pendekatan berbasis data (evidence-based evaluation), sehingga pemerintah dapat memastikan apakah intervensi yang dilakukan benar-benar berdampak terhadap penurunan kejahatan, bukan hanya menghasilkan output berupa pembangunan infrastruktur,” Pungkasnya

Miliaran Rupiah Di Gelongarkan PJU - PJL, Program Bandung Caang tidak Merata
Dapatkan berita informasi seputar kota Bandung dan berita terbaru menarik lainnya di Google News. Ikuti Media Sosial KORAN MANDALA untuk update berita pilihan dan breaking news setiap hari.