KORANMANDALA.COM – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 12 Garut melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari, mulai Rabu, 15 Juli hingga Selasa, 20 Juli 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan SMKN 12 Garut, Jalan Cimanuk–Pataruman, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.
Pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 mengacu pada petunjuk teknis (juknis), Surat Edaran Gubernur Jawa Barat, serta Surat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang menjadi pedoman bagi seluruh satuan pendidikan.
Sekretaris Panitia MPLS, Iis Siti Nurfadillah, S.Pd., mengatakan pelaksanaan MPLS di SMKN 12 Garut sepenuhnya berpedoman pada juknis Dinas Pendidikan Jawa Barat.
“Untuk pelaksanaan MPLS, kami berpedoman pada juknis Dinas Pendidikan Jawa Barat. Materi yang disampaikan juga beragam karena sudah diatur dalam juknis dari Disdik,” kata Iis.
Adapun tema MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 adalah “Melangkah Cerdas, Berkarya Positif, Berkarakter Pancawaluya.”
“Tema MPLS sekarang adalah Pancawaluya yang ramah anak. Di dalam Pancawaluya terdapat karakter Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer. Nilai-nilai tersebut tertuang dalam konsep cerdas berkarakter. Kami ingin membentuk siswa yang cerdas dan berkarakter, sehingga juga dititikberatkan pada tujuh kebiasaan anak hebat,” ujar Iis.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana MPLS, Ade Sona, menjelaskan bahwa selain mengusung tema tersebut, SMKN 12 Garut juga menghadirkan narasumber dari internal sekolah maupun eksternal, di antaranya dari Kepolisian, TNI, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Ia mengatakan setiap narasumber menyampaikan materi sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.
“Pemateri dari TNI memberikan materi Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan bela negara agar siswa lebih disiplin serta memahami wawasan kebangsaan dan Pancasila. Dari Polri disampaikan materi mengenai kedisiplinan, tindakan yang dilarang, pencegahan bullying, tata tertib berlalu lintas, seperti penggunaan helm, larangan mengendarai sepeda motor bagi siswa yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), hingga etika berbicara kepada orang tua maupun sesama,” kata Ade Sona.
Ia melanjutkan, mengingat maraknya peredaran narkotika yang menyasar anak usia sekolah, BNN hadir untuk memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
“BNN menjelaskan mulai dari bahaya narkotika, modus peredarannya, hingga Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Semua dijelaskan kepada siswa karena saat ini muncul berbagai jenis narkotika baru, seperti sintetis. Kepolisian juga menyampaikan bahwa sekolah harus bekerja sama memperketat pengawasan, termasuk disiplin jam malam, karena tingkat kenakalan remaja saat ini cukup tinggi. Harapannya, langkah ini dapat menekan angka kenakalan remaja,” lanjutnya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia MPLS, Iis, menambahkan bahwa pada hari terakhir kegiatan akan diberikan pembelajaran mengenai kepedulian terhadap lingkungan.
“Hari Senin kami akan mengadakan demonstrasi ekstrakurikuler, mulai dari olahraga, seni, hingga kegiatan lainnya. Kemudian pada penutupan akan dilaksanakan aksi ekologi. Melalui kegiatan ini siswa belajar tentang kedisiplinan, kebersihan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kami membiasakan siswa memungut sampah karena saat ini kepedulian terhadap kebersihan masih perlu ditingkatkan,” tambahnya.
Kepala SMKN 12 Garut, Heryatno, S.Pd., M.M., M.C., berharap pelaksanaan MPLS tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan sekolah, membentuk karakter disiplin sesuai nilai-nilai Pancawaluya, serta menumbuhkan mental yang kompeten.
“Harapannya, murid baru dapat beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan belajar, memiliki karakter disiplin sesuai program Pancawaluya, serta menumbuhkan mental yang kompeten dan siap menghadapi dunia kerja,” pungkasnya.
