ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menyoroti dugaan keterlibatan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dalam aktivitas judi online. Ia meminta Inspektorat untuk bergerak cepat melakukan pemeriksaan terhadap ASN yang diduga terlibat.
Menurut Rafael, penanganan terhadap ASN yang terindikasi melakukan pelanggaran tidak hanya sebatas pembinaan, tetapi juga harus melihat tingkat kesalahan berdasarkan hasil pemeriksaan.
”Menurut saya posisinya harus gerak cepat,” ujar Rafael Kamis, (16/7/2026)
Ia menjelaskan, aturan terkait disiplin ASN telah mengatur berbagai tingkatan sanksi. Mulai dari sanksi tertulis, pembinaan, hingga pemberhentian atau pemecatan apabila pelanggaran yang dilakukan memiliki tingkat berat.
”Di undang-undang itu kan sudah jelas, sudah ada gradasi sanksinya, dari mulai sanksi tertulis, pembinaan sampai pemecatan, ada. Nanti kesalahannya, bobot-bobotnya diukur dari situ nanti, setelah diperiksa,” kata Rafael.
Rafael menilai fenomena judi online tidak hanya terjadi di kalangan ASN, tetapi juga di tengah masyarakat secara umum. Namun, ia menegaskan ASN memiliki tanggung jawab lebih karena menjadi bagian dari pelayanan publik dan harus memberikan contoh bagi masyarakat.
”Fenomena tidak hanya ASN. Masyarakat umum memang ada . Tapi kalau konteks ASN ini, artinya ASN harusnya menjadi contoh baik” ujarnya.
Karena itu, Rafael mendorong agar pembinaan dari pimpinan atau atasan di lingkungan pemerintahan semakin diperkuat sebagai langkah pencegahan.
”Menurut saya pembinaan dari atasan harus lebih diperkuat,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






