KORANMANDALA.COM –Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengingatkan seluruh satuan pendidikan di Kota Bandung untuk memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung secara edukatif, ramah anak, serta bebas dari praktik perundungan maupun perploncoan.
Pesan tersebut disampaikan Erwin usai meninjau pelaksanaan MPLS di sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Bandung.
“Alhamdulillah, kemarin kami sudah mengunjungi beberapa SMP dan SD. Saya menghimbau kepada para guru dan kepala sekolah agar benar-benar memantau jalannya MPLS, mulai dari kebersihan hingga fasilitas sekolah yang digunakan peserta didik baru,” ujar Erwin.
Brand Lokal vs Thrifting, Mana yang Lebih Diminati Anak Muda Bandung?
Menurutnya, MPLS merupakan momentum penting bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, beradaptasi dengan budaya belajar, sekaligus membangun karakter sejak hari pertama memasuki dunia pendidikan.
Erwin menilai guru memiliki peran strategis dalam membimbing sekaligus menjadi teladan bagi para siswa. Karena itu, ia meminta para pendidik menjaga integritas, akhlak, dan profesionalisme dalam mendampingi peserta didik.
“Guru harus menjadi sosok yang digugu dan ditiru. Mereka harus menjaga akhlakul karimah dan memberikan contoh yang baik kepada murid-muridnya,” katanya.
Ia menegaskan, pelaksanaan MPLS tidak boleh lagi diwarnai praktik perploncoan ataupun tindakan perundungan dalam bentuk apa pun.
“MPLS harus menjadi ajang kolaborasi, saling mengenal, saling menguatkan antarsiswa. Tidak boleh ada lagi bullying ataupun perploncoan,” tegasnya.
Kepada peserta didik, khususnya siswa SMP, Erwin juga berpesan agar memanfaatkan masa belajar dengan sungguh-sungguh serta menjadikan pendidikan sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Anak-anak harus fokus belajar, mendengarkan ilmu, mencintai ilmu, dan menjaga ilmu. Mudah-mudahan itu menjadi bekal bagi masa depan mereka,” ucapnya.
Enam Materi Wajib MPLS
Sementara itu, Ketua Pelaksana MPLS SDN 184 Buahbatu Sanie Lazuardie mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ajaran ini berlangsung selama lima hari dengan mengacu pada pedoman Dinas Pendidikan Kota Bandung.
Selama kegiatan, peserta didik baru mendapatkan enam materi pokok yang wajib disampaikan sekolah. Salah satunya ialah pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diawali dengan budaya senyum, salam, dan sapa setiap pagi.
Selain itu, sekolah juga memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak. Materi tersebut dinilai penting mengingat sebagian besar peserta didik telah terbiasa menggunakan telepon genggam untuk mengakses berbagai platform digital.
“Sekarang anak-anak ternyata hampir semuanya sudah menggunakan HP, menonton YouTube, TikTok, sehingga kami memberikan materi tentang bijak bermedia sosial melalui kegiatan yang interaktif,” ujarnya.
Pada hari ketiga MPLS, siswa juga memperoleh materi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pembelajaran mengenai pentingnya membangun hubungan pertemanan yang sehat, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat.
Sementara itu, karena Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum diterapkan di sekolah tersebut, siswa diminta membawa bekal sehat dari rumah sesuai tema yang telah ditentukan. Pada hari pelaksanaan kegiatan, peserta didik membawa bekal berupa buah-buahan.
Pihak sekolah berharap rangkaian MPLS mampu membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah, menumbuhkan kemandirian, serta membentuk karakter yang menjadi fondasi menuju Generasi Indonesia Emas 2045.
“Kami berharap anak-anak dapat mengenal lingkungan sekolah dengan baik, belajar mandiri sejak dini, dan menjadi generasi yang berkualitas untuk Indonesia Emas,” katanya.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SDN 184 Buahbatu menerima 84 peserta didik baru yang terbagi ke dalam tiga rombongan belajar, masing-masing berjumlah 28 siswa.
