ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Persaingan antara produk brand lokal dan pakaian thrift terus mewarnai tren fesyen di kalangan anak muda Kota Bandung.
Di tengah berkembangnya kualitas produk lokal, Pasar Cimol Gedebage masih menjadi destinasi favorit bagi pencinta thrifting yang berburu pakaian bermerek dengan harga terjangkau.
Fenomena tersebut terlihat di Pasar Cimol Gedebage, Kota Bandung, Selasa (14/7/2026). Kawasan itu dipadati pengunjung dari berbagai daerah yang datang dengan tujuan berbeda.
ADVERTISEMENT
Sebagian memilih membeli produk brand lokal sebagai bentuk dukungan terhadap industri dalam negeri, sementara sebagian lainnya berburu pakaian thrift untuk mendapatkan produk bermerek dengan harga lebih ekonomis.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa kualitas, harga, serta gaya hidup menjadi faktor yang memengaruhi keputusan konsumen dalam memilih antara produk brand lokal dan pakaian thrift.
Salah seorang pengunjung, Fattah (20), mengatakan lebih memilih membeli produk brand lokal karena dinilai memiliki kualitas yang tidak kalah dengan merek luar.
“Kalau saya lebih suka brand lokal. Selain kualitasnya sudah bagus, kita juga ikut mendukung usaha anak bangsa. Barangnya baru, bahannya juga enak dipakai dan menurut saya sudah layak bersaing. Kalau thrift memang bisa dapat merek terkenal, tapi kan barangnya bekas,” ujarnya.
Sementara itu, pengunjung lainnya, Aldi (20), mengaku lebih menikmati pengalaman berburu pakaian thrift di Pasar Cimol Gedebage. Menurutnya, tantangan mencari barang berkualitas justru menjadi daya tarik tersendiri.
“Masih lumayan ramai, apalagi pas akhir pekan. Memang nggak seramai dulu, tapi tetap banyak yang datang buat cari baju branded. Kalau soal cari barang, sekarang lumayan susah karena barang bagus biasanya cepat diambil orang lain. Jadi harus sabar keliling dari satu kios ke kios lain. Tapi justru itu serunya, rasanya kayak lagi berburu harta karun. Kalau lagi hoki bisa dapat brand besar dengan kondisi masih bagus dan harganya murah. Makanya aku lebih suka thrifting di Pasar Cimol Gedebage buat eksplor barang-barang unik yang nggak ada di toko biasa,” katanya.
Perbedaan pilihan tersebut mencerminkan beragam preferensi konsumen, khususnya di kalangan anak muda. Brand lokal menawarkan produk baru dengan kualitas yang terus berkembang sekaligus mendukung pertumbuhan industri kreatif nasional.
Sementara itu, pakaian thrift tetap diminati karena memberikan alternatif berbelanja yang lebih hemat dan peluang mendapatkan produk bermerek dengan harga terjangkau.
Kondisi itu menunjukkan bahwa brand lokal maupun thrifting memiliki pangsa pasar masing-masing. Pilihan konsumen umumnya dipengaruhi oleh kebutuhan, anggaran, serta gaya berpakaian yang ingin ditampilkan. (Wistia Adi Nurahman/MG)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






