KORANMANDALA.COM – Massa yang tergabung dalam Gerakan Aksi Umat Melawan Ketidakadilan (GAUM-K) dan Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (14/7/2026).
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penolakan terhadap rencana safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke wilayah Jawa Barat.
Koordinator aksi, Hari Nugraha, mengatakan penolakan itu dilandasi berbagai persoalan yang menurut kelompoknya hingga kini belum mendapat kejelasan.
”Mengapa kita melakukan aksi ini? Karena kita khawatir. Sampai saat ini secara hukum tidak jelas. Ketika beliau menjadi wali kota, menjadi gubernur, bahkan menjadi Presiden RI tidak bisa menunjukkan ijazahnya. Sehingga ini adalah membohongi rakyat,” ujar Hari, Selasa (14/7/2026).
Hari menambahkan, masyarakat yang tergabung dalam GAUM-K dan GMKR menolak apabila Jawa Barat dijadikan lokasi aktivitas politik yang melibatkan Joko Widodo, anggota keluarganya, maupun pihak yang mereka sebut sebagai pendukungnya.
”Kami dari masyarakat Jawa Barat tidak sudi tanah Jawa Barat diinjak oleh Bapak Jokowi beserta anak-anaknya, beserta kroni-kroninya, apalagi mereka kembali menjadi penguasa di Indonesia,” ucapnya.
Meski belum mengetahui jadwal pasti kunjungan Joko Widodo ke Jawa Barat, Hari menyatakan kelompoknya akan melakukan penolakan di setiap daerah yang menjadi tujuan safari politik tersebut.
”Kami tentu saja akan menghadang, akan menolak. Di mana pun Jokowi hadir, kami dari seluruh komponen masyarakat Jawa Barat, dari ujung timur hingga ujung barat Jawa Barat, akan menolak,” katanya.
Dalam aksi tersebut, salah satu orator, Andi Nenie Sri Lestari, Ia mengatakan, tuntutan utama dalam aksi tersebut adalah menolak kedatangan Joko Widodo ke Jawa Barat.
”Kesimpulannya menolak Jokowi untuk datang ke Jawa Barat,” kata Andi Nenie di sela aksi.
Ia juga menyinggung proses persidangan yang pernah dijalaninya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Menurutnya, Joko Widodo tidak pernah hadir memenuhi panggilan persidangan dalam perkara yang ia ajukan.
”Dia tidak pernah hadir. Saya sudah puluhan kali sidang di PN Jakarta Pusat. Waktu itu saya sebagai prinsipal dan ketua,” ujarnya.
Aksi berlangsung dengan pengamanan aparat kepolisian. Massa menyampaikan aspirasi melalui orasi serta membawa sejumlah spanduk yang berisi penolakan terhadap rencana kunjungan Joko Widodo ke Jawa Barat.
