KORANMANDALA.COM –Kemacetan hampir setiap hari terjadi di ruas Jalan Raya Cibiru, Kota Bandung, tepatnya di titik putaran balik (U-turn) yang menghubungkan arus Bandung menuju Jatinangor dengan Jalan Cibiru Hilir. Kepadatan lalu lintas paling terasa pada jam sibuk, yakni saat masyarakat berangkat dan pulang kerja.
Tingginya volume kendaraan dari arah Bandung menuju Jatinangor maupun sebaliknya membuat kendaraan yang hendak berputar arah harus saling bergantian melintas. Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan mengular dan memperlambat arus lalu lintas di kedua arah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kemacetan diperparah oleh banyaknya kendaraan yang keluar masuk Jalan Cibiru Hilir melalui putaran balik tersebut.
Ruang putar yang terbatas membuat kendaraan kerap harus berhenti cukup lama untuk menunggu kesempatan berputar, sehingga arus kendaraan di jalur utama ikut tersendat.
Berbagai jenis kendaraan, mulai dari truk, angkutan umum, mobil pribadi hingga sepeda motor, tampak harus mengantre untuk melewati titik tersebut.
Salah seorang warga sekitar, Ela (50), mengatakan kemacetan di kawasan itu sudah berlangsung cukup lama dan hampir selalu terjadi setiap hari, terutama pada pagi dan sore hari.
“Kalau pagi sama sore sudah pasti macet di sini. Apalagi kendaraan yang mau putar balik ke Cibiru Hilir sering menumpuk. Kadang antreannya sampai panjang. Kami yang tinggal di sini sudah terbiasa melihat kondisi seperti ini setiap hari,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Putaran Cibiru hingga kini masih menjadi salah satu titik kemacetan di kawasan Bandung Timur. Meningkatnya aktivitas kendaraan pada jam-jam sibuk membuat pengendara harus meluangkan waktu lebih lama untuk melintasi ruas Jalan Raya Cibiru. (Wistia Adi Nurahman/MG)
