KORANMANDALA.COM – Program Gerakan Mahasiswa Mengajar Jawa Barat (GEMA Jabar) dinilai menjadi langkah positif untuk membantu mengatasi kekurangan guru di sekolah. Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Barat diminta memberi dukungan finansial yang lebih layak kepada mahasiswa yang diterjunkan mengajar di berbagai daerah.
Pengamat Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Cecep Darmawan, mengatakan mahasiswa yang mengikuti program tersebut berpotensi ditempatkan di wilayah yang jauh dari tempat tinggalnya sehingga membutuhkan biaya transportasi dan kebutuhan hidup selama menjalankan tugas.
”Sekarang kan Mahasiswa yang mengajar Nah, tinggal pemerintah provinsi memperhatikan para mahasiswa karena ini di seluruh Provinsi Jawa Barat tempatnya,” ujar Cecep kepada Koran Mandala, Senin (13/7/2026).
Ia mengaku mendapat informasi mahasiswa peserta GEMA Jabar hanya menerima kompensasi sekitar Rp500 ribu per bulan. Menurutnya, nominal tersebut belum memadai.
”Mahasiswa harus ngajar di tempat yang jauh. Seharusnya ada kompensasi dari pemerintah provinsi itu bagi mereka. Saya dengar sebulan diberi kompensasi hanya Rp500.000. Saya pikir ini tidak akan cukup,” katanya.
Cecep menyarankan Pemprov Jabar menghitung kebutuhan mahasiswa secara rasional, mulai dari biaya transportasi hingga biaya hidup selama penugasan.
“Kasihan mahasiswa. Pemprov seharusnya menghitung secara rasional, misalnya ongkos dan biaya hidup selama satu bulan itu harusnya ditanggung oleh provinsi. Jadi mahasiswa jangan sampai berkorban dua kali, tenaga, pikiran, juga biaya,” ujarnya.
Selain dukungan finansial, ia menilai pengawasan dari pihak kampus juga perlu dilakukan agar pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan.
”Pengawasan juga harus dilakukan dengan baik dari pihak kampus UPI. Saya yakin sudah ada mekanismenya. Silakan jalankan dengan baik agar program ini sesuai dengan harapan,” tuturnya.
Meski demikian, Cecep menegaskan GEMA Jabar tetap merupakan solusi sementara untuk mengatasi kekurangan guru. Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah tetap harus mempercepat pemenuhan kebutuhan guru secara permanen.
>”Sekali lagi, ini programnya darurat. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus mencari solusi untuk segera mengangkat guru-guru yang sebenarnya. Jadi jangan menyalahkan UPI atau pemerintah daerah sekarang. Kalau tidak ada yang ngajar, kelas kosong nanti,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Cecep menegaskan keberhasilan program tersebut juga bergantung pada perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan mahasiswa peserta.
”GEMA Jabar ini satu langkah baik dari pemerintah provinsi dan UPI, sehingga harus disukseskan. Salah satunya dengan memberikan dukungan finansial yang layak kepada para mahasiswa,” pungkasnya.

Pengamat UPI Soroti Kompensasi Rp500 Ribu bagi Mahasiswa GEMA Jabar (Istimewa)
Dapatkan berita informasi seputar kota Bandung dan berita terbaru menarik lainnya di Google News. Ikuti Media Sosial KORAN MANDALA untuk update berita pilihan dan breaking news setiap hari.