ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Wilayah Bandung dan sekitarnya telah memasuki awal musim kemarau pada Juli. Pada periode ini, suhu udara yang lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari, merupakan fenomena yang umum terjadi.
Suhu minimum yang tercatat di BMKG Bandung bulan juli ini terendah di tgl 10 & 11, yaitu 16.8°C
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh minimnya tutupan awan selama musim kemarau. Pada siang hari, sinar matahari dapat mencapai permukaan bumi secara maksimal sehingga meningkatkan penyerapan radiasi panas.
ADVERTISEMENT
Namun, saat malam hari, panas yang tersimpan di permukaan bumi dilepaskan kembali ke atmosfer.
Karena langit cenderung cerah dan hampir tidak tertutup awan, pelepasan radiasi panas berlangsung lebih optimal.
Akibatnya, permukaan bumi kehilangan energi dengan cepat sehingga suhu udara pada malam hingga dini hari menjadi lebih rendah dan terasa lebih dingin.
Persib Bandung Sudah Memulai Latihan, Begini Tanggapan Pemain Asal Argentina
Selain itu, penurunan suhu udara juga dipengaruhi oleh kondisi musim dingin yang sedang berlangsung di Australia. Pada periode ini, tekanan udara tinggi di Benua Australia memicu terbentuknya angin monsun Australia yang bergerak menuju Indonesia.
Angin monsun Australia membawa massa udara yang bersifat dingin dan kering ke wilayah Indonesia, khususnya kawasan di Belahan Bumi Selatan, termasuk Jawa Barat.
Fenomena ini menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan musim kemarau di Indonesia sekaligus berkontribusi terhadap udara yang lebih sejuk hingga dingin pada malam dan pagi hari di wilayah Bandung dan sekitarnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






