KORANMANDALA.COM –Tim Sepak Bola Putri Kabupaten Garut kembali mengharumkan nama daerah setelah berhasil meraih posisi runner-up pada ajang sepak bola putri tingkat nasional yang digelar di Kudus, Jawa Tengah.
Atas prestasi tersebut, para pemain dan ofisial tim mendapat sambutan hangat dari Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Kantor Pemerintah Kabupaten Garut, Senin (13/7/2026).
Turut hadir dalam penyambutan itu Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut Asep Mulyana, Ketua KONI Kabupaten Garut beserta jajaran.
Daging Ayam di Pasar Ciawitali Garut Mulai Naik Jelang Masuk Sekolah
Ketua KONI Kabupaten Garut, Subhan, menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang berjalan secara konsisten. Menurutnya, keberhasilan melaju hingga partai final tingkat nasional tidak diraih secara instan, melainkan melalui kerja keras para pemain, pelatih, serta program latihan yang terencana.
Ia menjelaskan, persiapan tim dilakukan melalui latihan intensif, pertandingan uji coba, serta keikutsertaan dalam ajang Hydroplus Soccer All Stars 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mengukur kemampuan tim sebelum menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
“Alhamdulillah, target awal kami hanya ingin mengetahui peta kekuatan di Jawa Barat. Ternyata anak-anak mampu melaju sampai tingkat nasional, bahkan mengalahkan sejumlah akademi sepak bola yang sudah lama dikenal di Indonesia,” ujar Subhan.
Menurutnya, pengalaman bertanding di level nasional menjadi modal penting, terutama dalam membangun mental bertanding para pemain menjelang Porprov Jawa Barat. Bahkan, sejumlah pemain Garut kini masuk dalam radar pemantauan tim nasional karena ajang tersebut juga menjadi bagian dari proses seleksi atlet.
“Kalau ada pemain Garut yang nantinya dipanggil ke tim nasional, tentu itu menjadi kebanggaan sekaligus menambah kepercayaan diri tim saat menghadapi Porprov nanti,” katanya.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengaku bangga atas capaian tim sepak bola putri yang mampu membawa nama Kabupaten Garut bersaing hingga level nasional.
“Alhamdulillah hari ini saya menerima kontingen kesebelasan putri Garut yang telah menorehkan prestasi luar biasa. Mereka mampu menjadi finalis tingkat nasional. Ini prestasi yang membanggakan sekaligus memberikan kejutan bagi masyarakat Garut,” ujar Syakur.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kabupaten Garut memberikan uang pembinaan sebesar Rp15 juta kepada tim sepak bola putri. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan prestasi.
“Nilainya memang tidak besar, tetapi mudah-mudahan bisa menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus berlatih dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” ucapnya.
Syakur juga berharap KONI Kabupaten Garut terus memperkuat sistem pembinaan olahraga melalui peningkatan frekuensi kompetisi dan program latihan yang berkelanjutan sehingga semakin banyak atlet berprestasi lahir dari Garut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut, Asep Mulyana, menilai keberhasilan tim sepak bola putri menjadi bukti bahwa pembinaan atlet usia muda di Kabupaten Garut berjalan ke arah yang positif.
“Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat dan pencinta sepak bola Garut. Prestasi ini juga menjadi modal yang sangat baik menghadapi Porprov Jawa Barat pada November mendatang,” katanya.
Asep menambahkan, keberadaan berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kabupaten Garut menjadi fondasi penting dalam mencetak atlet-atlet potensial. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, ia optimistis Garut akan terus melahirkan pemain berkualitas yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Keberhasilan menembus partai final tingkat nasional tidak hanya menjadi catatan prestasi bagi sepak bola putri Garut, tetapi juga menunjukkan bahwa pembinaan yang konsisten, kerja keras, dan semangat pantang menyerah mampu membawa atlet daerah bersaing dengan akademi-akademi terbaik di Indonesia.
Prestasi ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi tim dalam menatap Porprov Jawa Barat 2026 sekaligus membuka peluang lahirnya pemain-pemain Garut yang dapat memperkuat tim nasional Indonesia.
