ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Matahari belum sepenuhnya tinggi ketika Tresa Novianti (31) sudah disibukkan dengan berbagai persiapan. Seragam sekolah yang telah disetrika, bekal yang sudah disiapkan, hingga memastikan seluruh perlengkapan belajar sang buah hati tidak ada yang tertinggal.
Hari ini Senin 13 Juli bukan hari biasa baginya. Putri semata wayangnya, Mikayla Hasya Z, untuk pertama kalinya akan menginjakkan kaki sebagai murid kelas satu di SDN Melong Mandiri 3 Cimahi
Bagi banyak orang tua, hari pertama sekolah bukan hanya tentang mengantar anak menuju ruang kelas. Momen itu juga menjadi awal dari perjalanan baru, ketika anak mulai belajar mandiri dan orang tua perlahan belajar melepaskan.
ADVERTISEMENT
Persib Bandung Sudah Memulai Latihan, Begini Tanggapan Pemain Asal Argentina
Sejak pagi, Tresa mengaku nyaris tak memiliki waktu untuk bersantai. Seluruh perhatiannya tertuju pada Mikayla agar siap menghadapi pengalaman baru di lingkungan sekolah.
“Pertama nganter memang sibuk dari pagi karena harus menyiapkan semua keperluan anak. Rasanya campur aduk, antara semangat dan deg-degan,” tuturnya.
Kekhawatiran yang sempat menghampiri perlahan sirna ketika melihat putrinya mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Alih-alih terus bergantung kepada sang ibu, Mikayla justru menunjukkan keberanian mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Tresa mengaku bersyukur melihat putrinya dapat mengikuti kegiatan di hari pertama tanpa kesulitan berarti.
“Alhamdulillah, anaknya berani. Tidak terus menempel sama ibunya dan sudah bisa mengikuti MPLS dengan baik di hari pertama,” katanya dengan senyum lega.
Bagi Tresa, keberanian sederhana itu menjadi pencapaian yang sangat berarti. Ia menyadari bahwa hari pertama sekolah merupakan langkah awal bagi anak untuk mengenal teman baru, guru baru, sekaligus membangun rasa percaya diri di lingkungan yang berbeda dari sebelumnya.
Di balik senyum yang mengiringi langkah Mikayla menuju ruang kelas, tersimpan perasaan yang sulit diungkapkan. Tresa mengaku bangga sekaligus terharu melihat putrinya kini memasuki jenjang pendidikan dasar.
Baginya, waktu terasa berlalu begitu cepat. Seolah baru kemarin ia menggendong Mikayla sebagai balita, kini sang buah hati telah mengenakan seragam SD dan memulai babak baru dalam kehidupannya.
“Perasaannya bangga dan terharu. Rasanya waktu cepat sekali berlalu. Sekarang sudah mengantar anak masuk SD, sekolah baru dengan suasana yang juga baru,” ungkapnya.
Hari pertama sekolah memang selalu menghadirkan cerita yang berbeda bagi setiap keluarga. Ada anak yang masih enggan berpisah dengan orang tua, ada pula yang begitu antusias memasuki kelas dan berkenalan dengan teman-teman barunya.
Bagi Tresa, pengalaman mengantar Mikayla di hari pertama menjadi kenangan yang akan selalu dikenang. Di balik kesibukan menyiapkan seragam, tas, dan perlengkapan sekolah, tersimpan doa agar putrinya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, serta mampu menikmati setiap proses belajar yang akan dilaluinya.
Hari pertama sekolah akhirnya bukan sekadar tentang memasuki ruang kelas baru. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan panjang seorang anak dalam menuntut ilmu, sekaligus menjadi pengingat bagi orang tua bahwa setiap langkah kecil anak adalah bagian dari waktu yang terus bergerak maju.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






