KORANMANDALA.COM – Seorang pengunjung berinisial D (24) mengaku telepon genggam milik pacarnya hilang di kawasan Brigif Kujang, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Minggu (12/7/2026).
Korban berharap sistem pengamanan di lokasi diperketat. Pasalnya, telepon genggam milik pacarnya sempat terlacak berada di sekitar kawasan Brigif Kujang sebelum akhirnya tidak lagi aktif.
D menceritakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.42 WIB saat dirinya baru tiba dan memarkir kendaraan di area paling ujung, tepatnya di jalur keluar motor dan mobil yang berdekatan dengan akses tol.
”Saya baru tiba dan memarkir kendaraan di area paling ujung, tepatnya di jalur keluar motor dan mobil yang berdekatan dengan akses tol. Kondisi lokasi saat itu cukup padat karena saya hendak menuju ke arah lapangan,” ujar D,Saat dihubungi Minggu (12/7/2026)
Di tengah keramaian, ia mengaku mendengar peringatan dari seorang pedagang mengenai adanya aksi pencopetan. Saat memeriksa saku hoodie bagian depan tempat telepon genggam milik pasangannya disimpan, perangkat tersebut sudah tidak ada.
”Di tengah keramaian, saya mendengar pedagang di sekitar mengingatkan, ‘Hati-hati ada copet.’ Saya langsung mengecek saku hoodie bagian depan tempat HP milik pacar saya disimpan, dan ternyata HP tersebut sudah hilang,” katanya.
Beruntung, telepon genggam tersebut telah dilengkapi aplikasi pelacak sehingga posisi terakhir masih dapat diketahui.
”Beruntungnya, HP kami terpasang aplikasi pelacak. Titik terakhir HP terdeteksi masih berada di sekitar area Brigif Kujang. Hingga saat laporan ini dibuat, status HP masih aktif di lokasi tersebut, namun belum ditemukan,” ungkapnya.
Setelah mengetahui keberadaan terakhir telepon genggamnya, D mengaku meminta bantuan kepada anggota TNI yang bertugas di lokasi agar dapat mendampingi proses pencarian karena kejadian berlangsung di kawasan militer.
”Atas saran pedagang, saya meminta bantuan kepada anggota TNI yang bertugas di lokasi untuk sekadar mendampingi pengecekan di sekitar titik terakhir HP. Mengingat ini adalah wilayah militer, saya berharap akan lebih tepat jika didampingi oleh petugas keamanan di sana,” tuturnya.
Namun, menurut D, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi.
”Namun, permintaan saya ditolak dengan alasan, ‘Sibuk, lagi dinas.’ Ketika saya meminta tolong carikan anggota lain, jawabannya serupa: ‘Sibuk juga, lagi dinas. Silakan cek sendiri’,” ujarnya.
Selain itu, D mengaku memperoleh informasi dari sejumlah pedagang bahwa kasus kehilangan di kawasan tersebut disebut bukan pertama kali terjadi.
”Dari keterangan beberapa pedagang, kejadian kehilangan di lokasi ini sudah sering terjadi, tidak hanya HP, tetapi juga dompet dan helm. Beredar informasi di masyarakat adanya dugaan pembiaran terhadap kasus-kasus tersebut, sehingga warga merasa laporannya tidak ditindaklanjuti,” katanya.
Ia juga menyebut sejumlah korban lain mengaku telah melapor kepada kepolisian, namun belum mengetahui perkembangan penanganannya.
”Berdasarkan cerita dari korban lain di lokasi yang sama, mereka mengaku sudah pernah melapor ke pihak kepolisian namun hingga berbulan-bulan tidak ada perkembangan. Padahal pihak kepolisian seharusnya memiliki kemampuan dalam hal pelacakan. Meminta bantuan kepada anggota TNI di lokasi pun tidak mendapat respon,” ucapnya.
D berharap kejadian yang dialaminya menjadi perhatian seluruh pihak agar sistem pengamanan di kawasan Brigif Kujang dapat diperkuat dan kasus serupa tidak kembali terjadi.
”Seharusnya kawasan militer memiliki tingkat pengamanan yang lebih tinggi. Jika di dalam area TNI saja warga kesulitan mendapatkan bantuan pengamanan dasar, kami sebagai masyarakat menjadi bingung harus meminta pertolongan kepada siapa lagi. Mohon kiranya kejadian ini dapat menjadi perhatian agar area Brigif Kujang Cimahi bisa lebih aman dan kasus serupa tidak terus berulang. Saya juga memohon bantuan untuk proses pencarian HP saya yang masih terdeteksi terakhir aktif di sekitaran Brigif hingga saat ini HP-nya mati dan belum menyala kembali,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi maupun tanggapan resmi dari pihak keamanan Brigif Kujang Cimahi terkait pengakuan korban tersebut
