ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons keluhan seorang calon murid yang mengaku belum mendapat kepastian terkait subsidi Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) setelah tidak lolos pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat tahap 1 dan tahap 2.
Calon murid tersebut diketahui mendaftar ke SMK Karya Pembangunan (KP) Baleendah, Kabupaten Bandung, yang menjadi salah satu sekolah mitra Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK).
Melalui video yang diunggah ulang Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di akun Instagram pribadinya, calon murid itu mengaku telah mendatangi sekolah tersebut. Namun, ia belum memperoleh kepastian mengenai mekanisme subsidi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
”Saya sudah mendatangi sekolah tersebut yang bekerja sama dengan Pemprov Jabar, SSK. Dan responsnya adalah belum ada kejelasan subsidi,” ujar calon murid tersebut dalam video yang dikutip, Minggu, 12 Juli 2026.
Menanggapi keluhan itu, Dedi Mulyadi mengatakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat telah berkomunikasi dengan pihak sekolah untuk mengklarifikasi informasi yang beredar.
”Terima kasih buat adik yang cantik dan baik hati atas seluruh apa yang menjadi keluhannya. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sudah menghubungi pihak sekolah,” kata Dedi.
Berdasarkan hasil komunikasi tersebut, lanjut Dedi, pihak SMK Karya Pembangunan Baleendah menyampaikan tidak pernah menolak calon murid tersebut. Sekolah juga mengaku telah menerima banyak peserta didik melalui Program Beasiswa Provinsi Jawa Barat.
”Dan pihak sekolah menyatakan tidak merasa melakukan penolakan karena sudah banyak siswa yang diterima melalui Program Beasiswa Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Dedi juga mengungkapkan kepala sekolah telah berupaya menghubungi nomor telepon calon murid tersebut, namun belum mendapat tanggapan.
”Dan tadi juga Kepala Sekolah SMK KP atau SMK Karya Pembangunan Baleendah sudah menghubungi nomor telepon adik, tapi belum diangkat,” tuturnya.
Untuk memastikan persoalan tersebut terselesaikan, Dedi meminta calon murid itu kembali datang ke SMK Karya Pembangunan Baleendah pada Minggu, 12 Juli 2026. Ia memastikan pihak sekolah, panitia, serta Kepala UPTD Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat akan berada di lokasi untuk melakukan klarifikasi secara langsung.
”Kalau susah komunikasinya besok ditunggu deh. Hari Minggu tanggal 12 Juli 2026 di SMK KP Baleendah oleh pihak panitia, Kepala Sekolah, bahkan saya mengutus Kepala UPTD Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk bertemu,” katanya.
Di akhir keterangannya, Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami calon murid tersebut.
”Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Salam buat papah dan mamahnya. Sehat selalu. Dan satu pesan, jangan marah-marah lagi ya,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






